PSMTI Diharapkan Pertahankan Komitmen Demi Kemajuan Bersama

HUT PSMTI : Jajaran pengurus PSMTI merayakan HUT PSMTI ke-XX di di Restoran Hee Lai Ton, Minggu (9/12) malam. Netty

Medan | Jurnal Asia

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Medan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) PSMTI ke-XX di Restoran Hee Lai Ton Medan, Minggu (9/12) malam. Di usia yang ke-20 ini PSMTI diharapkan dapat terus berkontribusi dan ikut andil dalam memajukan segala bidang baik pemerintahan, ekonomi, sosial dan lainnya di Indonesia.

Ketua Umum PSMTI, David Herman Jaya mengatakan, kita harus bersyukur untuk eksistensi suku Tionghoa selama ini. Di perayaan ini merupakan saat yang tepat untuk mempertahankan komitmen demi kemajuan PSMTI di masa mendatang.

“20 tahun bukanlah perjalanan yang singkat untuk organisasi dan bukan hal yang mudah untuk dipertahankan. Diusia ke-20 tahun ini diharapkan semakin berkembang dan berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsa,” katanya pada Malam Perayaan HUT PSMTI ke-XX bertema “Rumah Besar Bagi Seluruh Etnis Tionghoa”.

Ini, lanjutnya, merupakan waktu yang tepat bagi generasi muda yang ingin berkorban untuk memajukan PSMTI.
Jika bisa, orang Tionghoa bukan hanya berkecimpung pada urusan dagang atau ekonomi tetapi bisa di bidang pendidikan, kesehatan dan juga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

“Kita harus dukung etnis Tionghoa yang maju sebagai Calon Legislatif. Tapi ada batasnya, kita tidak boleh ikut berpolitik praktis dengan arti kata tidak boleh menjadi pengurus partai politik,” ucapnya.

Ketua PSMTI Sumut Tongariodjo Angkasa Ginting SE, MBA,MM, MSc menambahkan, PSMTI merupakan organisasi terbesar di Indonesia dan ini menjadi suatu kebanggaan. PSMTI sudah ada di 31 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia dan Bengkulu segera ikut bergabung dengan PSMTI.

“Mudah-mudahan PSMTI akan ada di 34 provinsi. Jika semakin banyak maka PSMTI bisa menjadi jembatan bagi etnis Tionghoa dengan pemerintahan setempat di masing-masing provinsi,” ujarnya.

Di Sumut misalnya, PSMTI tidak asing lagi di kalangan pemerintahan. Ke depan PSMTI tidak hanya bekerja sama dengan orang daerah tetapi juga dengan masyarakat dan pemerintah setempat.

“Kita terus berusaha menggandeng budaya-budaya yang ada di kabupaten kota. Mari berjabat tangan dalam memajukan PSMTI di daerah masing-masing,” tegasnya.

Dirinya juga mengapresiasi Ketua PSMTI Medan, Djono Ngatimin beserta panitia karena sukses menghelat acara perayaan HUT PSMTI ini. Dengan kepemimpinannya diharapkan dapat maju selangkah dari yang sebelumnya.

Bentuk APEBI untuk Kembangkan Ekonomi

Ketua PSMTI Medan, Djono Ngatimin

Ketua PSMTI Medan, Djono Ngatimin mengungkapkan, PSMTI Medan terus bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan di bidang pemerintahan. Pihaknya tidak berpolitik praktis tapi mendukung etnis Tionghoa berpolitik dan berperan di bidang pemerintahan karena etnis Tionghoa menjadi bagian dari Indonesia.

Menurutnya, selama ini PSMTI lebih banyak bergerak di bidang sosial saja dan berdasarkan pemikiran bersama maka dibentuk Asosiasi Pengembangan Ekonomi dan Budaya Indonesia (APEBI). Asosiasi ini menjadi jembatan bagi pembeli dan penjual sehingga memajukan perekonomian.

“Banyak sekali etnis Tionghoa yang bergerak di bidang ekonomi seperti usaha kerajinan mebel, makanan dan sebaginya. PSMTI ingin menjadi jembatan dan nantinya bisa menyebarluaskan dan mempromosikan produk ekonomi yang ada sampai ke luar negeri,” tandasnya.

Semoga apa yang dilakukan, sambungnya, bisa menjadi suatu jalan sehingga PSMTI bisa menjadi rumah besar bagi seluruh etnis Tionghoa.

Anggota DPR RI Komisi X dan juga tokoh masyarakat Tionghoa di Sumut, dr Sofyan Tan menambah, selama 20 tahun tentunya perkembangan PSMTI melewati pasang surut. PSMTI berhasil bekerja di seluruh lapisan masyarakat dan memberikan sesuatu bagi masyarakat luas dan pemerintahan.

Ia melanjutkan, tantangan yang besar adalah intoleransi dan radikalisme. Dari laporan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan, Jakarta adalah intoleransi. Sementara di Sumut yang paling intoleransi adalah Tanjung Balai, Medan juga peringatan bawah dan yang baik adalah Binjai.

“Tentunya muncul intoleransi radikalisme salah satunya karena kesenjangan sosial. Saya berharap ke depan PSMTI bisa memberikan solusi ekonomi dan bisa menyelesaikan masalah intoleransi ini,” harapannya.

Hadir dalam perayaan HUT PSMTI ke-XX ini diantaranya, Seketaris Umum PSMTI, Eddy Hussy, Dewan Pelindung PSMTI Medan, Brigjen Pol Mardiaz Husin Hananto diwakili Brigjen Pol Gunawan Naibaho.

Tokoh masyarakat diantaranya, Juswan Tjoe, Iwan Hartono Alam, Amrin Susilo Halim, Eddy Djuandi mantan Ketua PSMTI Sumut, Ketua Kehormatan PSMTI Medan, Hasyim SE, Ketua Dewan Penasehat PSMTI Medan, Halim Loe, Ketua Panitia Harianto serta jajaran ketua dan pengurus kecamatan lainnya. (netty)