Perayaan Hari Khatina di Taman Alam Lumbini Berlangsung Hikmat

01 1 02 2 03 04 05 06 07 08

09
Berastagi |Jurnal Asia
Perayaan Hari Khatina 2559 BE/2015 di Taman Alam Lumbini Desa Tongkoh, Berastagi, Minggu (1/11) berlangsung hikmat. Ratusan umat Buddha dari berbagai daerah mengikuti ritual sembahyang memanjatkan doa kebahagiaan dan cinta kasih terhindar dari kesulitan. Peringatan dihadiri YM Bhikkhu Pannasami Thera, YM Bhikkhu Abhivaro, YM Bhikkhu Amarapanno, YM H.E Tritul Jampa Kalden VII Rinpoche, YM Lama Yija,YM Lama Palzor dan YM Bhiksuni Fa Xin.

YM Bhikkhu Pannasami Thera dalam amanatnya mengatakan, kebaktian perayaan hari Khatina sebagai momen bersuka cita bagi umat Buddha untuk melimpahkan jasa kebajikan kepada ayah-ibu, kakek-nenek, kerabat dan kepada seluruh leluhur agar semua senantiasa selalu dalam kebahagiaan.

Peringatan hari Kathina merupakan upacara khusus pemberian dana bagi para umat kepada bhikkhu Sangha. Masa Kathina berlangsung satu bulan setelah para bhikkhu menyelesaikan masa vassa selama tiga bulan.

Dalam masa vassa tersebut para bhikkhu melaksanakan tekadnya untuk berdiam di suatu vihara, dan membabarkan dhamma. Selama tiga bulan dalam masa vassa, para bhikkhu tidak boleh pergi kemana-mana kecuali ada keperluan yang penting, itu pun dibatasi paling lama meninggalkan vihara tempat bervassa selama tujuh malam.

Umat Buddha walaupun mereka berada di mana saja, meski hidupnya dalam keadaan ekonomi lemah, sebaiknya berusaha untuk ikut berdana di hari Khathina. Dana dapat berbentuk barang atau uang, meskipun nilainya kecil asal disertai dengan keyakinan, berarti benih-benih kebaikan telah ditanam.

Amatan Jurnal Asia, kegiatan berjalan dengan hik­mat dan tentram dirangkai dengan penyerahan jubah dan amisapuja kepada Bhikkhu dan anggota sangha oleh umat yang mengikuti perayaan Khatina.

Ratusan umat Buddha mengikuti rangkaian acara Khatina dengan hikmat dan tertib. Obyek wisata religi Ta­man Alam Lumbini tempat ber­langsungnya acara dipenuhi sekitar 500 an wisatawan asal Medan dan berbagai daerah lain­nya. Mereka tampak antre de­ngan tertib saat memasuki areal Taman Lumbini guna menik­mati kemegahan Pagoda yang sudah dikenal di kawasan Asia Tenggara ini.

Faisal (30) salah seorang wisa­tawan asal Medan menga­takan, dia beserta rombongan sengaja datang ke Berastagi ka­rena ingin melihat kemegahan dan keindahan Taman Lumbini. “Saya ke Be­ras­tagi bersama teman-teman. Taman Lumbini salah satu tujuan utama ke Berastagi untuk berfoto di berbagai sudut ba­ngunan. Walaupun di dalam ada acara kebaktian kami tetap diberikan masuk berjalan mengelilingi seluruh area ini sesuai dengan presedur yang berlaku,” ujarnya. Faisal sangat mengapresiasi kehadiran Taman Alam Lumbini di Berastagi karena sudah menjadi tujuan utama wisatawan baik mancanegara maupun domestik.

Hikmat
Sebelumnya di tempat yang sama, Sabtu (31/10) malam ber­lang­sung kebaktian Ta Pei Chan dan Chuan Teng dipimpin oleh YM Bhiksuni Fa Xin dari Me­dan. Kegiatan ini diikuti ratusan umat Buddha dari Kota Medan, Berastagi dan Kabanjahe. Kebaktian diawali dengan pembacaan Paritta atau doa yang diajarkan Sang Bud­dha kepada pengikutnya sebagai pengingat dan renungan untuk diimplementasikan dalam kehidupan nyata kepada sesama umat manusia. Selanjutnya dipimpin oleh YM Bhiksuni Fa Xin para umat me­nyalakan lilin mengelilingi tem­­pat kebaktian sambil meman­jatkan doa.
(herman harahap/hermon ginting)