IKAHIMSI Gelar Seminar Nasional dan Rapat Kerja

Foto Bersama : Peserta seminar nasional dan rapat kerja foto bersama di aula UINSU, kemarin. Ist

Medan | Jurnal Asia

Ikatan Himpunan Mahasiswa Sejarah se-Indonesia (IKAHIMSI) Wilayah VIII menggelar seminar nasional “Peran Generasi Muda Dalam Pelestarian Cagar Budaya” yang diikuti ratusan mahasiswa di aula Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), kemarin. Kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja pengurus IKAHIMSI Wilayah VIII.

Koordinator IKAHIMSI Wilayah VIII, Andrian Lubis didampingi Ketua Panitia dan Bendahara Umum Komunitas Peduli Museum dan Sejarah (KOPI MURAH), Muhammad Rizky Lubis mengatakan, seminar dan rapat kerja ini merupakan rangkaian acara dari program IKAHIMSI Wilayah VIII.

Pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, UINSU, Himpunan Mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam, Penerbit Ombak, Museum Dihatiku dan KOPI MURAH sebagai mitra partner. IKAHIMSI Wilayah VIII juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan UINSU, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut dan Museum Negeri Medan pada 6 Desember 2018.

“Seminar ini menghadirkan dua pemateri yang berkaitan diantaranya, Indra Jaya Piliang, S.S,M,Si selaku mantan Sekjend IKAHIMSI pertama periode 1995-1997. Serta Lucas Pertanda Koestoro sebagai Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia,” katanya.

Andrian menjelaskan, dalam paparannya pemateri menyampaikan, generasi muda harus melakukan upaya pembentukkan kesadaran sejak dini kepada bangsa ini. Kesadaran sejarah itu dapat tumbuh dan menumbuhkan sikap arif dalam menyikapi kejadian-kejadian sejarah di masa lalu.

Kesadaran sejarah ini berkenaan dengan pemahaman masa lalu secara umum, baik yang didapat melalui kajian ilmu sejarah maupun juga arkeologi dan filologi. Kemudian, pembentukan kesadaran sejarah dapat dilakukan melalui berbagai upaya kreatif, misalnya dengan pengembangan softwers untuk diketahui, dimengerti dan dicintai- berbagai objek peninggalan masa lalu.

Langkah lainnya berupa diskusi seperti penyiapan paket wisata bagi berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga ibu-ibu. Serta ikut membantu upaya pengenalan cagar budaya sebagai destinasi wisata sehingga dapat menciptakan lapangan kerja.

“Banyak cara yang bisa dilakukan generasi muda dalam melestarikan cagar budaya. Sebagai contoh, mewujudkan, menumbuhkan, mengembangkan,serta meningkatkan kesadaran dan tanggung jawabakan hak dan kewajiban masyarakat dalam pengelolahan cagar budaya,” tandasnya.

Usai seminar dan rapat kerja pada 7 Desember 2018, kegiatan dilanjutkan dengan field trip ke Museum Negeri Sumatera Utara, Museum Perkebunan dan Istana Maimun pada 8 Desember 2018. Peserta merupakan mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas yang ada di Medan, diantaranya UINSU, UNIMED, USI, USU dan UNSYIAH. (netty)