Hotel Grand Mercure Medan Berbagi Kebahagiaan dengan Anak-anak SLB-A Karya Murni

Foto Bersama : Pihak Grand Mercure Medan Angkasa foto bersama anak-anak dari SLB-A, Karya Murni, Medan disela perayaan Hari Penyandang Cacat Internasional. Netty

Medan | Jurnal Asia

Grand Mercure Medan Angkasa memperingati Hari Penyandang Cacat Internasional bersama anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB) A, Karya Murni, Medan. Diperingatan ini, 20 anak turut hadir untuk berbagi keluh kesah yang mereka rasakan selama ini kepada dr. Artina Roga Ginting, SpKJ.

Anak-anak sudah berani terbuka dan bercerita tentang keikhlasan mereka dengan kondisi tidak bisa melihat sejak lahir. Meskipun masih ada yang merasa adanya perbedaan kasih sayang dari orang sekitar antara dirinya dan saudara kandungnya.

Executive Assistant Manager Grand Mercure Medan Angkasa, Usaha Pelawi mengatakan, bertepatan dengan moment Hari Penyandang Cacat Internasional, mereka ingin berbagi kebahagian dengan anak-anak penyandang disabilitas.

“Semua anak diciptakan Tuhan itu sama namun ada yang lahir dengan ketidaksempurnaan. Karena itu, kita sebagai orang yang berada di sekitarnya harus tetap memberikan semangat kepada mereka,” katanya, Rabu (5/12)

Anak-anak dari SLB-A, Karya Murni, katanya, memiliki semangat yang luar biasa untuk menggapai cita-cita mereka. Beberapa dari mereka ingin menjadi pelari, pemain musik dan lainnya.

“Semua ini merupakan bentuk dari rasa empati kita kepada mereka. Dan 11 Desember mendatang, kami akan mengunjungi SLB-A Karya Murni untuk menyerahkan bingkisan seperti tas sekolah dan beberapa alat musik dalam rangka program Solidarity Week dari AccorHotels yang rutin diadakan pada minggu ke-2 setiap bulan Desember,” tandasnya.

Sementara, Suster, Karolina Emilia Indut, M.Pd (Sr. Andreani KSSY) mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada pihak hotel karena telah memberikan kebahagiaan kepada anak-anak. Rasa empati memang sangat dibutuhkan anak-anak dalam menumbuhkan semangat mereka.

“Ini kesepatan yang luar biasa. Terlebih dengan adanya dokter khusus yang bisa menjadi tempat berbagi tentang keluh kesah yang mungkin selama ini sudah dipendam oleh anak-anak,” tandasnya. (netty)