Hari ke-9 Imlek, Etnis Tionghoa Lakukan Sembahyang Tebu

Sembahyang Foto : Sejumlah warga Medan sedang melakukan sembahyang tebu, Rabu (13/2) pagi.Ist

Medan | Jurnal Asia
Hari ke-9 Imlek merupakan puncak acara ritual sembahyang dari serangkaian acara Imlek. Di tahun  2570 BE ini jatuh pada tanggal 12 Februari 2019 dan di hari ulang tahun Dewa Langit setiap keluarga akan mempersiapkan sesajian sembahyang.

Salah seorang warga Medan, Ricky Khosasi mengatakan, biasanya saat ulang tahun Dewa Langit dirayakan dengan meriah dengan berpakaian rapi untuk sembahyang merayakan hari kebesaran Dewa Langit ini.

Di tradisi Hokkian (daerah selatan Tiongkok), terangnya, ritual sembahyang hari ulang tahun Dewa Langit dilaksanakan lebih meriah dibanding ritual sembahyang penyambutan Tahun Baru Imlek. Hal ini dikarenakan sebagai bentuk balas budi terhadap Dewa Langit.

Tradisi ini kemudian diteruskan secara turun temurun dan biasanya dilakukan waktu dini hari (detik pertama hari ke-9 Imlek). Adapun tebu untuk sembahyangkan sebagai simbol keselamatan.

“Sembayang tebu di mulai pukul 00.00 WIB. Selain tebu, setiap sesajian sembahyang juga memiliki makna tersendiri, barang yang akan di sembahyangkan juga harus berjumlah genap,” katanya, Rabu (13/2).

Menurutnya, walaupun sudah ratusan tahun berlalu, tradisi ini sampai sekarang tetap dijaga dan diikuti oleh generasi penerus. Bahkan dibeberapa daerah seperti Medan diadakan acara sembahyang hari ke-9 secara meriah oleh warga Tionghoa.

“Sebagai generasi penerus, alangkah baiknya bila kita dapat selalu melestarikan budaya dan tradisi nenek moyang,” pungkasnya.(nty)