Fisip USU Gelar Dialog Kebangsaan

Islam dan Pancasila Tidak Bertentangan

Medan | Jurnal Asia

Yayasan Cerdas Adil Berkelanjutan (ADAB) bekerjasama dengan Fisip Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar dialog kebangsaan bertemakan “Relasi Islam, Negara dan Pancasila” di Aula Fisip USU, Rabu (5/12).

Dalam dialog tersebut turut hadir menjadi narasumber yakni, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Abdul Munir Mulkan, Lakpesdam-NU, Rumaidi Ahmad dan Ketua Prodi Pascasarjana Fisip USU, Dr. Warjio.

Rektor USU, Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH, M. Hum melalui Wakil Rektor II Dr. Fidal Dany Siregar mengatakan, hari ini antara Islam dan Pancasila itu keduanya tidaklah bertentangan.

“Hari ini Islam dan Pancasila selalu dibenturkan. Kadang Islam dituding sebagai sebagai penyebab lunturnya nilai-nilai yang ada dalam Pancasila dan Pancasila tidak sejalan dengan Islam. Padahal antara keduanya tidaklah bertentangan. Jadi harus kita faham bahwa negara ini tidak dibangun oleh satu golongan, tapi semuanya berperan,” ucapnya.

Lebih lanjut, akibat dari hal tersebut belakangan ini banyak lahir kaum-kaum radikal yang menganggap Pancasila itu tidak sejalan bahkan bertentangan dengan Islam. Padahal keduanya tersebut sudah dibahas oleh para Founding Father sehingga menghasilkan suatu rumusan yaitu Pancasila.

“Dalam Pancasila termuat nilai-nilai Islam. Pancasila tidaklah menggantikan kedudukan agama, namun menyandingkan keduanya sehingga berjalan berdampingan. Jadi sebenarnya kita perlu dialog,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Amelia Siregar menuturkan bahwa dialog ini dilakukan untuk menyamakan persepsi bahwa Islam dan Pancasila tidak dipertentangkan.

“Keduanya jangan dipertentangkan. Keduanya sejalan. Pancasila sudah menjadi kesepakatan, jadi sampai kapanpun harus kita memperjuangkannya. Pancasila telah menjadi harga mati,” tegasnya. (Vii/net)