DMI akan Tingkatkan Pembinaan Sumber Daya Masjid

Jakarta | Jurnal Asia

Wakil Presiden Republik Indonesia sekaligis Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DMI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Ahad (25/11). Dalam Rakernas yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut, DMI telah mengevaluasi 10 program utama yang dihasilkan saat Muktamar DMI 2017 lalu.Untuk ke

depannya, menurut Kalla, DMI akan meningkatkan pembinaan terhadap sumber daya masjid.

“Kemarin kan ada 10 program utama. Kemudian kita tahun ini untuk fokus pembinaan sumber daya masjid, memberikan pelatihan manajemen masjid yang bagus, pelatihan keuangan masjid yang bagus, pelatihan perpustakaan masjid. Itu akan ditingkatkan kemudian akan disatukan,” ujar Kalla usai menutup Rakernas.

Kalla mengatakan, masjid-masjid yang memiliki sistem keuangan bagus nantinya akan diajak untuk membina masjid-masjid lainnya, sehingga bisa meningkatkan pengelolaan masjid. Begitu juga dengan masjid-masjid lainnya yang memiliki keunggulan lainnya akan diajak untuk memberdayakan masjid lainnya.

“Masjid yang memiliki bagus sistem keuangannya, dia akan mengajak. Masjid yang bagus perpustakaannya, maka masjid itu yang akan mengajak. Ada yang bagus ibadahnya dan makmur, itu mereka yang mengajak,” ucap Kalla.

Rakernas DMI tersebut mengangkat tema Penguatan Implementasi Program DMI untuk Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid. Sekjen DMI Imam Addaruquthni menjelaskan, DMI memiliki banyak program, terutama 10 program utama tersebut, yang di antaranya perbaikan akustik masjid (sound system), penerapan aplikasi masjid dan media digital, masjid bersih dan sehat, serta pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.

Kemudian, membuat manajemen kemasjidan, sertifikasi tanah/waqaf, arsitektur masjid, pendidikan dan dakwah, wisata religi berbasis masjid, dan pembangunan gedung DMI. Menurut dia, DMI di wilayah diharapakan bisa merespon ceoat 10 program DMI tersebut.

“Itu semua kita inginkan bahwa wilayah-wilayah itu melakukan konsolidasi organisasinya sehingga program itu begitu datang bisa dilaksanakan,” ucapnya kepada Republika.co.id.

Pasalnya, kata dia, 10 program tersebut juga berhubungan dengan daya dukung yang datang dari berbagai mitra. Jika pengurus wilayah tidak sigap dan cepat, maka DMI akan mengalami kelambatan dalam proses implementasinya.

“Dan itu tidak boleh yang begitu karena banyak sekali agendanya dan kita evaluasi dalam setahun terakhir ini setelah tahun lalu kita muktamar,” katanya.

Namun, menurut dia, masih ada waktu empat tahun lagi bagi DMI untuk mengimplementasikannya, sehingga ketika Muktamar mendatang DMI bisa memutuskan kebijakan-kebijakan yang lebih berdayaguna lagi. “Jadi sebenarnya Rakernas ini dalam konteks implementasi program-program, ini bermakna strategis bagi pelaksanaan program yang sudah ditetapkan mulai muktamar,” jelasnya.
(rep-van)