Nikmati Sensasi Pedas di Warung Manado

20160420_111014_resized

20160420_111047_resized
Medan | Jurnal Asia
Di tengah gempuran Rumah Makan Padang yang terus menggeliat di Kota Medan, Rumah Makan Manado di Jalan Mangkubumi No.14 mampu bertahan selama 12 tahun. Dengan mengedepankan cita rasa khas “pedas dan beraroma wangi”, rumah makan ini masih menjadi buruan para pecinta kuliner pedas.

Dikemas secara sederhana layaknya rumah makan lainnya, Warung Manado ini menawarkan lebih dari 30 menu andalan daerah yang berada di provinsi Sulawesi Utara ini. Harga yang ditawarkan juga relatif murah dan dijamin bisa “menggoyang” lidah si penikmat makanan pedas.

“Di sini memang makanan khas Manado yang identik dengan rasa pedas. Kita banyak “bermain” dengan bumbu-bumbu alami dan juga memanfaatkan daun kemangi dan daun prei. Tujuannya agar aroma harum keluar dari masakannya. Sedangkan untuk rasa pedas, kita memakai cabai rawit merah dan tidak dicampur merica. Tetapi bagi yang tidak suka pedas, kita tetap masih sediakan menu pilihan yang lain,” kata Manager Warung Manado, Bie Eng kepada Jurnal Asia, kemarin.

Selain pedas, sambungnya, masakan Manado sangat jarang menggunakan santan kelapa. Meskipun ada, santan yang digunakan tidak terlalu kental. Kebanyakan menu ditumis dengan minyak, pepes atau pun di sop. Bahan menu utama di sini adalah ayam kalasan dan ikan kakap segar.

Untuk menu ayamnya sendiri, sedikitnya ada 7 macam di antaranya, Ayam Bulu, Ayam Ternate, Ayam Goreng Manado, Ayam Rica-rica, Ayam Woku, Ayam Paniki dan Ayam Tinorangsak. Kemudian untuk menu ikan kakap ataupun gembung adalah Ikan woku Belanga, Ikan Kakap Kukus, Ikan Bakar rica-rica, Ikan Pepes, Ikan Kakap Rica-rica dan Kepala Ikan Asam Manis.

“Untuk menu ayam yang menjadi favorit itu Ayam Bulu. Kalau di Manado ayamnya dimasak dengan menggunakan bambu. Kalau di sini tidak memakai bambu karena sulit mendapatkannya. Begitupun, untuk rasanya tetap sama, bumbunya menggunakan bahan yang sama seperti di Manado,” tukasnya.

Ada juga menu Popare Isi Ikan Cakalang (ikan tongkol). Cara memasaknya, setelah ikan tongkol ditumis dengan bumbu-bumbu, baru dimasukan ke dalam pare. Kemudian ditumis kembali. Meski rasa pare pahit, menu ini sama sekali tidak pahit.

Tidak ketinggalan sayur bunga pepaya yang setiap hari selalu ada dan dicari pelanggan. Ditumis dengan campuran ikan asin, sangat lengkap rasanya menemani makan siang Anda. Aapalagi ditambah acar Manado dengan rasa asam pedas.

Bagi yang tidak ingin makan nasi, Bubur Manado juga bisa menjadi rekomendasi. Bubur ini cukup membuat kenyang perut karena dikombinasi dengan banyak sayuran seperti, jagung, kangkung, daun melinjo, labu dan ubi. Meski bubur, ada juga pendampingnya yakni sambal Manado, sambal cabai dicampur dengan ikan asin.

Jika selesai makan pedas, ingin pesan minuman dingin yang manis-manis juga ada. Selain jus, yang menjadi andalan di warung Manado yakni es klapertar (es kacang merah) dan es pala buntung.

“Masih banyak menu yang lainnya. Di sini kita buka mulai pukul 10.30 Wib sampai 19.00 Wib dan juga melayani pesanan nasi kotak dan pesta. Sistem penyajian di sini, apa yang diorder itu yang disajikan di meja sehingga tidak semua menu dikeluarkan. Juru masak di sini asli orang Manado sehingga kekhasan makanan Manado tetap terjaga,” tutupnya. (netty)