Hari Kartini, Memperingati Perjuangan Emansipasi Wanita Indonesia

guru 2 Guru 11 Kartini 1 kartini 2

kartini 3
Medan | Jurnal Asia
Tanggal 21 April adalah hari kelahiran Raden Adjeng Kartini yang sudah ditetapkan oleh Presiden Soekarno sebagai Hari Kartini, untuk memperingati kebangkitan dan emansipasi wanita Indonesia.

RA Kartini memang sudah tiada, tetapi perjuangannya masih akan terus berlanjut. Wanita Indonesia yang ada sekarang ini berkewajiban meneruskan cita-cita luhur beliau. Ditetapkannya hari Kartini membuktikan bahwa nasib perempuan Indonesia di masa penjajahan memang sangat memprihatinkan.

Hasil perjuangan Kartini saat ini sudah terlihat, bagaimana wanita Indonesia mampu duduk dan berdiri sama tinggi dengan pria. Hal itu bisa dilihat saat aksi unjuk rasa meminta kesejahteraan nelayan dan menyelamatkan ekosistem laut, ketika ratusan perempuan nelayan indonesia berunjuk rasa di depan gedung Gubernur Sumatera Utara beberapa hari lalu.

Dan berkat perjuangan Kartini, saat ini sudah bisa dilihat banyak wanita yang sudah mengerjakan pekerjaan yang biasanya dikerjakan pria, seperti karyawan wanita yang di SPBU Pertamina Polonia, Medan.

Kartini memang menjadi kebanggaan Tanah Air kita, dan secara khusus begitu melekat dalam diri wanita Indonsia. Semangatnya bisa dilihat dalam diri seorang ibu petugas penyapu jalan bernama Umi.

Wanita 42 tahun itu mengatakan, setiap hari dirinya bekerja untuk memperjuangkan keempat anaknya. “Walaupun saya hanya janda, namun saya tidak pernah gentar melawan gejolak hidup dan berjuang untuk pendidikan anak saya,” Ungkap ibu Umi. Hari Kartini adalah harinya perempuan Indonesia. Bangkitkan semangat tersebut dengan memperbaiki harkat perempuan-perempuan tanah air Indonesia. (Heri Chaniago)