Open House Imlek dr Sofyan Tan Ramai Dikunjungi Warga

Anggota DPR RI Komisi X, dr Sofyan Tan foto bersama masyarakat di open house Imlek, Minggu (10/2).Netty

Medan | Jurnal Asia
Anggota DPR RI Komisi X, dr Sofyan Tan gelar open house dalam rangka merayakan tahun baru Imlek di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YP SIM) Jalan T Amir Hamzah, Medan Sunggal. Kegiatan yang di gelar dua hari, Jum’at (8/2) dan Minggu (10/2) ramai dikunjungi warga Medan dan sekitarnya.

Pantauan Jurnal Asia di lapangan, masyarakat buang hadir bukan hanya dari kalangan Tionghoa  tetapi juga dari berbagai suku. Tahun ini, Sofyan Tan hanya khusus menjamu masyarakat umum saja.

Sofyan Tan mengatakan, open house ini sebagai bentuk silahturahmi dengan masyarakat terutama yang punya hubungan emosional dengan dirinya. Kemudian ini adalah cara bagaimana mempraktekkan keberagaman yang ada di Indonesia.

“Saya harus mampu memberikan contoh yang tauladan kepada semua pihak yang datang dari latar belakang yang berbeda-beda ini. Saya menghargai keberagaman dan ingin mengimplementasikan perjuangan yang sudah saya lakukan selama ini,” katanya, Minggu (10/2).

Dikatakannya, tamu-tamu yang adalah masyarakat dan sekolah yang mendapatkan bantuan di bidang pendidikan. Tahun ini, ia mengaku tidak mengundang para pejabat namun tamu yang datang semakin bertambah.

“Sebagai wakil rakyat, mereka yang memberikan mandat, ini adalah bentuk tanggung jawab kepada masyarakat bukan dengan kata-kata atau angka-angka. Mereka datang tanpa diundang mereka memberikan apresiasi dengan bersalaman dan berfoto bersama,” ucap Ketua Dewan Pembina YP SIM ini.

Selama menjadi anggota dewan, kata dia, ia sudah mengelilingi 21 kecamatan di Medan, 22 di Deli Serdang dan 17 di Serdang Bedagai. Setiap datang selalu ada persoalan dan ia menyelesaikannya terutama di bidang pendidikan dan itulah yang mendatangkan persahabatan.

Bersalaman : Anggota DPR RI Komisi X, dr Sofyan Tan bersalaman dengan warga.Netty

“Di Imlek ini mereka datang untuk memberikan selamat. Mereka adalah orang-orang “kecil” di daerah dan mereka rela menyewa bus untuk datang ke mari. Itu adalah bentuk ikhlas,” tuturnya didampingi istrinya Elinar dan Ketua Yayasan, Finche SE MPsi.

Sofyan Tan melanjutkan, Imlek merupakan bagian dari budaya dari Indonesia. Apalagi, di perayaan Imlek ini makanan yang dihidangkan adalah masakan tradisional bukan makanan impor.

Itu semua, katanya, merupakan bentuk akulturasi yang terjadi di negara ini. Inilah bhinneka tunggal Ika. Indonesia yang beragam memiliki potensi ekonomi yang sangat baik kedepannya dan Indonesia memiliki peluang menjadi negara terbesar di dunia.

Seorang warga Sunggal, Gwee Nai mengaku rutin mendatangi open house Sofyan Tan. Ia pun bersyukur bisa langsung salaman dan mengucapkan terimakasih dengan Sofyan Tan karena anaknya merupakan salah satu anak asuh di YP SIM.

Seperti diketahui YP SIM selama 30 tahun telah menjalankan program anak asuh dan telah meluluskan sebanyak 3.611 siswa. Selain anak asuh, YPSIM juga memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi hingga ke perguruan tinggi.(nty)