OJK: Sistem Keamanan Teknologi Sektor Perbankan Perlu Diperkuat

Jakarta – Komisioner Pengawas Industri Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dumoly Freddy Pardede mengatakan, saat ini pemerintah perlu memperkuat sistem ke­­amanan teknologi di dunia per­bankan. Pasalnya, serangan siber atau cyber attack yang terjadi seringkali disebabkan oleh kelemahan sistem pertahanan.

“Indonesia perlu memperkuat sistem teknologinya untuk me­nyesuaikan terhadap per­kembangan, misal serangan virus. Hal seperti itu memang harus selalu ada perbaikan di sistem,” ujar Dumoly saat dihubungi, Selasa (10/1).

Dumoly menjelaskan, cyber attack yang terjadi selama ini umumnya berupa virus. Virus tersebut diciptakan oleh sese­orang dengan tujuan merusak atau mencuri data perbankan orang lain.

Selain pencurian data, virus itu juga bisa memanipulasi data. Akiba tnya, pelaku bisa melihat jumlah saldo rekening bank seseorang kemudian me­ngosongkannya.

Menurut Dumoly, beberapa bank pernah melaporkan kejadian seperti itu, meski bank selalu berdalih menggunakan alasan gangguan sistem.

“Tapi, itu juga bisa karena ada tindakan dari orang lain. Itu sangat mungkin karena itu menyangkut daya tahan teknologi informasi. Kalau diutak-atik orang, dibuka rekeningnya, dilihat sal­donya, bisa ditransferkan. Ngeri juga kan,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Dumoly ber­­harap pembentukan Badan Si­ber Nasional (Basinas) akan memperkuat sistem keamanan perbankan nasional. Menurut dia, kecepatan perkembangan teknologi saat ini mengharuskan pemerintah membuat langkah antisipasi yang lebih cepat. (kc)