Konfik Militer RI- Australia Tak Pengaruhi Bidang Pendidikan

Medan – Konflik militer antara Indonesia dengan Australia terkait insiden penghinaan terhadap lambang Pancasila tidak mempengaruhi di bidang pendidikan.

“Saya kira penghentian kerja sama itu di bidang militer dan tidak berpengaruh dengan pendidikan, baik mahasiswa Indonesia yang belajar ke Australia atau sebaliknya,” kata Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto, Jumat (6/1).

Menurut Dian, sampai saat ini pihaknya belum ada mendapat arahan dari Kementerian riset teknologi dan pendidikan tinggi (Kemenristekdikti) tentang larangan atau penarikan mahasiswa atau dosen penerima beasiswa yang sedang kuliah di negeri Kangguru tersebut.

Diakui Dian, dosen yang berada di bawah binaan Kopertis Sumut saat ini tidak ada yang sedang kuliah program pascasarjana di Australia, baik magister (S2) maupun doktoral (S3).

“Data yang ada saat ini tidak ada dosen yang memperoleh beasiswa memilih program S2 atau S3 di Australia, melainkan di Inggris,” kata Dian.

Kalaupun memang ada mahasiswa atau dosen Indonesia yang kuliah di Australia, menurut Dian, kemungkinan itu merupakan program pribadinya bukan karena memperoleh beasiswa dari pemerintah, sehingga yang bersangkutan tidak terdata di lembaga pendidikan tetapi di keimigrasian.

Dengan adanya pemutusan hubungan kerjasama militer antara RI dengan Australia, Dian berharap tidak akan mempengaruhi bidang pendidikan, karena dikhawatirkan bisa memberikan dampak bagi mahasiswa atau pelajar yang sedang kuliah di negara tersebut maupun sebaliknya.

Terkait dengan proses dosen yang ingin mendapatkan beasiswa di luar negeri, Dian menyebutkan dosen tersebut harus dosen tetap yayasan dan sudah memiliki nomor induk dosen nasional (NIDN) dan mengajukan permohonan (lamaran) melalui program beasiswa pendidikan pascasarjana luar negeri (BPP-LN) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti).

Proses pengajuannya dilakukan secara online melalui laman Ditjen Dikti dan jika disetujui setelah melalui seleksi, maka Dikti akan menganggarkan dananya ke Kopertis yang kemudian mengirimkan dosen tersebut ke negara tujuannya.

Dijelaskannya, BPP-LN merupakan beasiswa penuh yang meliputi uang kuliah, biaya hidup, tunjangan biaya hidup untuk keluarga inti, tiket pesawat, asuransi kesehatan, dan biaya buku per semester.

Selain itu disediakan pula biaya kedatangan, biaya program khusus, bantuan biaya penulisan tugas akhir/tesis/disertasi, serta biaya pendaftaran ke universitas. Beasiswa ini disediakan cukup lengkap, sehingga kandidat terpilih bisa sepenuhnya menjalani studi mereka.
(swisma)