Kenang Pahlawan Indonesia Melalui Kreativitas

Bung Karno : Alfredo meniru fisik Bung Karno di depan Istana Maimun, Minggu (23/12). Vii

Medan | Jurnal Asia

Banyak cara dalam membangkitkan rasa nasionalisme serta mengenang tokoh-tokoh besar dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Ada dengan melakukan peringatan serta membaca biografi mereka dan ada juga mengenangnya dengan kreativitas seni seperti yang dilakukan oleh Komunitas Kreatif Nusantara (KKN).

Adalah Alfredo dan Chandra yang menjadi promotor KKN melakukan kreativitas dengan meniru sang Proklamator Indonesia yaitu Bung Karno dan Bung Hatta. Mereka melakukan aksi menjadi patung kedua Proklamator bangsa di lokasi-lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat seperti event, bangunan bersejarah serta tempat rekreasi lainnya.

Alfredo yang meniru fisik Bung Karno mengatakan, hal kreatif yang mereka lakukan tersebut untuk menghibur orang serta mengingatkan mereka akan tokoh-tokoh besar yang telah berdasarkan dalam memerdekakan Indonesia.

“Motivasi kita dalam melakukan ini ingin menghibur orang. Jadi kalau orang bisa kita buat tertawa maka di situlah kita merasa bahagia. Dan yang tentunya tidak ketinggalan adalah bagaimana supaya orang bisa teringat dan mengenang kembali para pahlawan bangsa kita,” ucapnya di depan Istana Maimun, Minggu (23/12).

Dalam aktivitas perjalanannya berdasarkan keterangan dari Alfredo, ia menggeluti dunia kreativitas tersebut sudah lima tahun dengan menjalani 10 Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia.

“Awalnya kita bermain di Kota Tua Jakarta. Namun dikarenakan sudah banyak manusia patung di sana, jadi kita pindah-pindah dari kota yang satu ke kota yang lain. Jadi sudah 10 kota yang sudah kita jalani dan sekarang ini berada di Medan,” terang Alfredo.

Alfredo yang menjadi inisiator KKN menerangkan, dalam perjalanannya sudah pernah mendapatkan penghargaan dari salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia sebagai Manusia terunik serta diundang dalam acara Hitam-Putih yang di bawakan oleh Deddy Corbuzier.

Terkait durasi waktu dalam hal menjadi patung Bung Karno, Alfredo pernah menempuh waktu selama delapan jam berdiri dengan tidak bergerak dan tanpa makan dan minum sama sekali. (vii/net)