Kebiasaan Salah Menghilangkan Jerawat

SETIAP wanita ingin me­miliki wajah yang bersih dan cerah. Namun dengan adanya jerawat yang menghiasi wajah, tentu ini menjadi masalah tersendiri. Untuk itu, Anda jangan salah ketika mengobati jerawat.

Jerawat bagi sebagian orang, terutama wanita, menjadi hal yang menyebalkan. Munculnya jerawat tidak bisa diprediksi waktu dan tempatnya di area wajah Anda.

Tidak semua jenis jerawat memiliki perawatan yang sama untuk menghilangkannya. Umumnya, banyak orang tidak mengetahui mengapa jerawat yang timbul dapat berdampak semakin parah dan lebih banyak muncul dari sebelumnya.

Treatment yang salah merupakan faktor utama mengapa jerawat tidak kunjung hilang. Berikut beberapa cara menghilangkan jerawat yang mungkin sering Anda lakukan, namun ternyata salah.

1. Menghilangkan jerawat dengan pasta gigi Mitosnya
Mengoleskan pasta gigi pada jerawat dapat membuat jerawat Anda menghilang. Tapi tahukah Anda bahwa pasta gigi menyebabkan kulit dan jerawat makin meradang?

Ya, zat yang terkandung dalam pasta gigi, zat pemutih dan zat yang menghilangkan bau napas di dalam pasta gigi sangat berbahaya untuk kulit yang memiliki sensitivitas tinggi.

Selain itu, menggunakan pasta gigi pada wajah akan bereaksi kepada daerah kulit sekitar jerawat, efeknya bermacam-macam, biasanya tergantung bagaimana kondisi kulit wajah pengguna.

Jika terus menerus menggunakan pasta gigi untuk menghilangkan jerawat, akan menyebabkan jerawat makin banyak pada wajah.

2. Memencet jerawat dengan tangan
Menghilangkan jerawat tidak semata-mata dengan memencet lalu mengeluarkan isinya begitu saja. Cairan yang keluar bersama isi jerawat, jika tersebar ke daerah wajah lainnya, berpotensi besar memicu munculnya jerawat baru.

Kadang kala, memencet jerawat memang memiliki kepuasan tersendiri dalam melakukannya, tetapi tangan yang Anda gunakan untuk mengeluarkan isi jerawat juga belum tentu bersih.

Adanya kuman berpindah tempat sangat besar kemungkinan terjadi antara tangan dan wajah Anda. Kulit di sekitar wajah juga akan memberikan efek merah bahkan hitam jika hal ini dilakukan terlalu sering.

3. Mencuci muka dan eksfoliasi berlebihan
Mencuci muka dan melakukan eksfoliasi wajah memang dianjurkan untuk menghindari munculnya jerawat.

Keduanya dianjurkan guna membersihkan kulit wajah dan membuang sel kulit mati yang dapat memicu munculnya jerawat.

Nyatanya, mencuci muka terlalu sering menyebabkan wajah memproduksi minyak berlebih dan berdampak kepada timbulnya jerawat, sedangkan mengeksfoliasi wajah terlalu sering dapat membuat bakteri menyebar keseluruh wajah, apalagi jika mengusap wajah terlalu agresif yang dapat menimbulkan peradangan pada jerawat.

4. Memakai banyak obat jerawat dalam satu waktu
Tidak semua orang cocok menggunakan produk obat jerawat yang direkomendasikan iklan televisi, beauty blogger, teman, bahkan dokter kulit sekalipun.

Cobalah untuk tidak menggunakan lebih dari dua produk untuk menghilangkan jerawat. Kulit manusia, khususnya kulit wajah, butuh waktu untuk beradaptasi dalam menerima khasiat dari zat obat yang digunakan.

Obat jerawat mengandung bahan-bahan yang dapat membuat kulit kering, sehingga mencampurkannya dalam satu waktu akan menyebabkan kulit tidak bisa menyerap kandungan obat secara efisien dan berakibat kepada permasalahan jerawat yang berlebih.

5. Melupakan sunscreen dan pelembap Baiknya
Tahap skin care dasar ini tidak dilupakan begitu saja untuk merawat kulit wajah Anda. Setelah Anda dalam proses perawatan kulit wajah yang bermasalah, Anda menganggap bahwa tidak lagi memerlukan sunscreen dan pelembap lebih lanjut.

Pada dasarnya, obat jerawat yang Anda gunakan mengandung zat yang membuat kering kulit sehingga penggunaan pelembap dapat membantu hidrasi kulit terhadap efek kering yang ditimbulkan.

Penggunaan sunscreen dilakukan untuk mencegah bahaya sinar ultraviolet matahari terhadap efek obat jerawat yang kebanyakan membuat kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari.

6. Menggunakan produk yang salah
Penggunaan obat jerawat yang dijual bebas di pasaran tanpa mengetahui kandungan bahan dan dosisnya, dapat berakibat memperburuk jerawat, terutama bahan-bahan yang mengandung alkohol.

Sebaiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu, komposisi dan efek samping apa yang dapat timbul pada kertas komposisi obat yang akan dibeli, lalu apakah cocok dengan jenis kulit dan permasalahan kulit yang Anda alami.
(oz)