Kaum Muda Boleh Berpolitik Asal Santun dan Elegan

 

Dialog : Para narasumber dialog interaktif di Medan, Sabtu (22/12). Vii

Medan | Jurnal Asia
Sejarah telah mencatat dalam proses kemerdekaan Indonesia sejatinya tidak terlepas dari peran kaum muda. Dalam perannya, pemuda boleh berpolitik asalkan dengan cara yang elegan dan santun.

Hal tersebut dikatakan Cendikiawan Sumut, Candiki Repantu S.Pd.I,M.Ant pada dialog interaktif yang digelar Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Sumatera Utara (Sumut) di Sagoe Kupie, Jalan Tuamang Medan, Sabtu (22/12). Tema yang diangkat dalam agenda dialog tersebut adalah “Pentingkah Kaum Muda Berpolitik?”.

“Kita melihat dalam sejarah, proses Indonesia menuju kemerdekaan itu tidak terlepas dari peranan politik kaum muda. Bahkan sejak era Sumpah Pemuda sampai pra kemerdekaan, hampir bisa dikatakan dalam segala lini diperankan oleh kaum muda,” terangnya

Ketika kaum muda berpolitik, kata dia, maka sejatinya berpolitiklah dengan cara yang elegan dan santun.

Sementara, Cendikiawan Sumut, Nezar Silabuhan menganggap, ada kecenderungan yang selalu disematkan terhadap kaum muda ketika ingin terjun ke dunia politik. Politik terkadang dianggap sebagai penghalang seperti pengalaman yang kurang serta keterbatasan finansial.

Namun ia menegaskan, bukan pengalaman ataupun finansial yang harusnya menjadi masalah, namun kemauan kaum muda hari ini apakah mau terjun berpolitik atau tidak.

“Sekarang mau atau tidak untuk berpolitik? Toh juga pada awalnya orang-orang yang terjun ke dunia politik hari ini awalnya juga adalah orang-orang yang belum punya pengalaman. Sekarang yang terpenting adalah mau atau tidak? Kalau mau silahkan. Terkait nanti di lapangan bagaimana, itu persoalan lain, yang penting adalah mau dulu,” tegasnya.

Namun ada hal-hal yang hari ini perlu diperhatikan kaum muda bahwasannya ketika berbicara politik jangan menyempitkan makna politik itu sendiri. Ketika berbicara politik seolah-olah hanya bicara dalam ranah pilpres dan pileg serta kepartaian.

“Akan tetapi politik itu luas. Kaum muda bisa memilih apakah ingin terjun menjadi akademisi, aktivis atau praktisi,” tandasnya. (vii/net)