Bulog Sumut Serap 1.352 Ton Beras Petani

Gabah : Seorang petani di Deli Serdang sedang menjemur gabah.Netty

Medan | Jurnal Asia
Perum Bulog Divre Sumatera Utara menargetkan dapat membeli beras dari pertani sekitar 20.433 ton di tahun 2019 ini. Di awal tahun ini, Bulog Sumut sudah menyerap sekitar 1.352 ton beras petani.

Kepala Perum Bulog Sumut, Basirun mengatakan, penyerapan beras petani di awal tahun ini memang masih kecil jika dibandingkan target termasuk untuk asumsi di Januari-Maret 2019 yang sebesar 16.283 ton. Tetapi Sumut termasuk daerah terbesar dalam menyerap beras petani.

“Begitupun, pembelian beras petani Sumut masuk di peringkat empat daerah terbanyak. Di peringkat terbanyak yakni Bulog Sulewesi Selatan dan Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah,” katanya di Medan, Rabu (20/3).

Ia melanjutkan, secara nasional, target pembelian beras petani sekitar 1.827.475 ton dengan diantaranya 1.457.349 ton untuk periode Januari-Maret 2019.

Menurut Basirun, salah satu kendala membeli beras lebih banyak antara lain adalah harga jual beras atau gabah petani yang selalu di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Sesuai Inpres No 5 tahun 2015, harga beli beras petani medium l ditetapkan Rp7.300 per kilogram. Sementara di pasar harga jual bera minimum Rp10.000 an per kg.

Namun dia menegaskan saat harga mahal, Bulog tetap membeli untuk dijual secara komersial. “Pembelian beras komersial Bulog Sumut juga ditingkatkan terus,” ujarnya.

Sedangkan terkait pelaksanaan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium, sejak bulan Januari 2019 Perum Bulog Divre Sumut telah menyalurkan beras untuk kebutuhan KPSH sebanyak 6.865 ton. Atau 14 persen dari target KPSH per Maret 2019 yang direncanakan mencapai angka 49.139 ton.

Adapun target penyaluran KPSH untuk tahun 2019 adalah sebanyak 84 ribu ton. Dengan jumlah penyaluran yang telah terealisasi, maka sisa target penyaluran KPSH dari Maret sampai Desember 2019 adalah 77.135 ton.(nty)