Warga Kampung Agas Diserang Preman Berklewang, 4 Orang Luka-Luka

Korban di Polsek Percut Sei Tuan. Ist

Medan | Jurnal Asia
Sekelompok orang diduga preman yang datang membawa klewang terlibat keributan dengan sejumlah warga di kawasan Jalan Haji Anif Kampung Agas Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan.

Akibat keributan ini, empat orang mengalami luka-luka. Keempat korban yakni Pasha Riki (22), Zamiat (66), M Aidil Adha alias Paidil (28) dan M Aidil (19) telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Percut Sei Tuan, Senin (7/1).

Diceritakan korban, aksi penganiayaan terjadi di Jalan H Anif, Minggu (6/1/19) dinihari. Sekitar pukul 02.00 WIB, korban Riki bersama temannya duduk-duduk menikmati malam.

Lalu, Riki menyuruh salah seorang temannya, Aidil untuk membeli nasi goreng dengan mengendarai sepeda motor Yamaha RX King. Diperjalanan Aidil dihadang sejumlah preman mengendarai enam sepeda motor.

“Saya kenal pelaku diantaranya NN, AR dan AB. Dari atas kereta aku tendang mereka sampai jatuh. Mereka juga menodongkan klewang dan senapan angin. Setelah itu sepeda motor dirampas dan dirusaki,” kata Aidil.

Tak berhenti sampai di situ, korban juga dianiaya oleh para pelaku. Beruntung seorang warga bernama Ayu (38) melintas di sana. Wanita itu kemudian menjerit melihat penganiayaan yang dialami Aidil.

Warga dan para teman korban yang kumpul tak jauh dari lokasi langsung berdatangan. Begitu warga datang para pelaku menembaki senapan secara membabi buta sehingga ada warga yang terkena peluru.

“Betis sebelah kanan saya sampai berdarah dan kena 3 jahitan akibat terkenal peluru senapan angin mereka,” kata Aidil.

Hal serupa juga dialami Zamiat (68) warga setempat. “Saya yang gak tau apa-apa. Kena peluru nyasar dibagian perut sampai berdarah,” ungkapnya.

Semua korban mengaku tak tahu menahu alasan para preman itu membuat onar, dan menyerang mereka. Diduga rebutan lahan garapan menjadi penyebab perselisihan.

“Gak tahu penyebabnya, memang mereka (pelaku) sudah sangat meresahkan. Setiap mereka kumpul dan pawai di jalanan, pasti merusuh. Kami harap, laporan ini cepat ditindaklanjuti polisi dan menangkap pelakunya,” harap Zamiat bersama warga.(wo/net)