Seorang Pemulung Tewas Disambar Kereta Api di Perlintasan Rel Jalan Bantan Tembung

 

Korban terkapar di pinggiran rel kereta api Jalan Bantan Tembung. Ist

Medan | Jurnal Asia
Warga yang bermukim di Jalan Bantan Kecamatan Medan Tembung dikejutkan dengan tewasnya seorang pria di perlintasan rel kereta api, Sabtu (25/5).

Korban diketahui bernama Metro Markel Simanjuntak alias Pulung (27) diduga kuat tewas lantaran disambar kereta api yang melintas di perlintasan rel Jalan Bantan.

Korban yang seharinya bekerja sebagai pemulung ini pertama kali ditemukan terkapar tak bernyawa, oleh warga yang melintas di lokasi perlintasan rel tersebut.

Saat ditemukan korban yang merupakan penduduk Jalan Elang Ujung Kelurahan TSM II, Kecamatan Medan Denai ini dalam posisi telungkup kepala korban juga terluka dan berdarah, serta tangan kiri patah.

Di sekitar jasad korban terdapat ranting-ranting pohon bambu. Warga yang belum diketahui identitasnya itu langsung melaporkannya ke warga lainnya dan diteruskan kepada keluarga Pulung. Abang almarhum tiba di lokasi, dan tak lama pergi guna memberitahukan ke keluarganya yang lain.

Hingga 2 jam lebih jasad korban menjadi tontonan warga. Akhirnya warga berinisiatif melaporkannya ke Polsek Percut Sei Tuan. Tak lain petugas Lantas tiba di lokasi.

Selanjutnya jasad korban dievakuasi ke Instalasi Jenazah RSU Dr Pirngadi Medan dengan menggunakan mobil patroli untuk keperluan visum. Satu persatu warga juga membubarkan diri.

Sementara itu sejumlah warga sekitar mengungkapkan jika korban diduga kuat disambar kereta api. Namun di sekitar lokasi kejadian tidak ditemukan barang-barang bekas yang dikumpulkannya. Di tengah rel terdapat satu sendal korban.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Subroto yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya mengatakan dugaan sementara korban tewas akibat disambar kereta api.

“Walaupun begitu kita masih menunggu hasil visum guna mengetahui pasti penyebab kematian korban,” tandasnya.(wo)