Ribut di Kafe Berujung Maut, Seorang Pria Tewas Ditikam di Lahan Garapan Lau Dendang !

Korban tewas ditikam di lahan garapan Lau Dendang. Ist

Medan | Jurnal Asia
Warga kawasan lahan garapan Lau Dendang dibuat heboh. Seorang pria bernama Mulyadi alias Adi (28) tewas ditikam dan terkapar berisimbah darah di depan rumahnya, Jalan Bersama, Lahan Garapan, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (9/3).

Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, aksi pembunuhan dilakukan oleh sekelompok pemuda seusia korban yang kerap berkunjung di kafe tuak ‘Pelakor’ yang tak jauh dari kediaman Mulyadi.

Pria bertato yang merupakan penduduk sekitar dituding sering mendatangi kafe Pelakor dan sering menggangu tamu kafe yang datang untuk minum tuak.

“Jadi, Jumat (8/3) malam korban datang buat rusuh di kafe itu. Dia sering nyenteri pengunjung di setiap pondok kafe dan meminta rokok. Tadi malam ada yang distut (ditinju) dia. Infonya anak-anak belakang sini juga,” kata Heri (43), tetangga korban yang juga mengaku sebagai penjaga di kafe Pelakor, di kediamannya yang berjarak beberapa meter dari rumah korban.

Mengetahui ada keributan, Heri kemudian datang ke lokasi. Perselisihan sempat dapat diredakan. “Sempat dipisah. Kami bilang jangan ribut-ribut di dalam kafe ini. Mamak si korban pun sempat berlari dari rumah. Habis itu pisah, korban pulang ke rumahnya,” terangnya.

Tak dinanya, salah seorang pengunjung pria (belum diketahui identitasnya) yang sempat diributi Mulyadi di kafe merasa tak senang. Bersama teman-temannya, mereka kemudian mendatangi rumah korban. Mereka melempari rumah korban dengan batu sambil menantang korban.

“Pintu rumahnya pun sampai rusak itu dilempari batu sama anak-anak tiga suku itu (remaja). Korban terus keluar, di situlah ditampung (dikeroyok) mereka,” jelas Heri, diamini saksi mata lainnya, Juli (23) dan tetangga sebelah rumah korban lainnya.

Perseteruan pun berlanjut. Sabtu Subuh itu, selepas kafe tutup, para pelaku yang tak senang menghajar korban di depan rumahnya dan diduga salah seorang diantaranya sudah mempersenjatai diri dengan senjata tajam.

“Dia sempat melawan, tapi mereka ramai. Korban kenak tikam pas di tengah dadanya ini, ku rasa kenak hulu hatinya. Korban sempat lari ke belakang rumah tetangganya di situ, terus jatuh dan ditolong warga,” sebut warga lagi.

Dengan kondisi berlumuran darah dan lemas, Mulyadi kemudian dibawa warga dan pemilik kafe ke RS Haji Medan. Namun, tiba di rumah sakit, nyawanya sudah tak tertolong lagi. (Wo)