Pelaku Pembunuhan di Lahan Garapan Lau Dendang Masih Bebas Berkeliaran

Seorang pemuda tewas dibunuh di lahan garapan Lau Dendang. Ist

Medan | Jurnal Asia
Pelaku pembunuhan di lahan garapan Lau Dendang Jalan Bersama Kecamatan Percut Sei Tuan, yang merenggut nyawa warga setempat, Mulyadi alias Adi (28), masih bebas berkeliaran.

Pasalnya, tiga hari sudah sejak peristiwa pembunuhan terjadi, Sabtu (9/3) hingga kini Selasa (12/4), petugas Polsek Percut Sei Tuan belum mengamankan pelaku.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri melalui Panit Reskrim Ipda Supriyadi menjelaskan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini.

“Saat ini masih dalam penyidikan, anggota masih berjalan,” ujarnya singkat.

Diketahui korban tewas dengan mengalami luka tikaman di bagian dadanya. Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, aksi pembunuhan dilakukan oleh sekelompok pemuda seusia korban yang kerap berkunjung di kafe tuak ‘Pelakor’ yang tak jauh dari kediaman Mulyadi.

Pria bertato yang merupakan penduduk sekitar dituding sering mendatangi kafe Pelakor dan sering menggangu tamu kafe yang datang untuk minum tuak.

Catatan wartawan, aksi pembunuhan yang merenggut nyawa pemuda bukan yang pertama kali terjadi di wilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan, dan sampai saat ini pelakunya juga masih bebas berkeliaran.

Adalah Roy Eko Aritonang (32) warga Jalan Pelita II Kelurahan Sidorame Barat I Kecamatan Medan Perjuangan yang tewas mengenaskan di lahan garapan Dusun 16 Pasar 8 Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (2/11/2018) silam.

Saat ditemukan, pada leher korban terdapat dua luka bekas tikaman.Selain itu dibagian kepalanya juga terdapat luka bekas sayatan benda tajam, serta gigi copot dan rahang bergeser akibat dipukul benda keras.(wo)