Kerangka Manusia Ditemukan di Padangsidimpuan

Sidempuan | Jurnal Asia

Warga di Kota Padangsidimpuan di gegerkan dengan penemuan kerangka manusia, di areal kebun milik warga. Tepatnya di belakang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), di Desa Simirik, Kecamatan Psp Batunadua Kota Padangsidimpuan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan penemuan kerangka manusia, ditemukan oleh warga pada Minggu (8/7) kemarin.

“Salah seorang saksi bernama Permadi Tambunan warga sekitar lokasi, sedang mencari ijuk di Semirik belakang SPBG. Saat ia memanjat pohon aren dan berada di atas pohon aren, ia melihat dari atas pohon aren sosok tengkorak. Selanjutnya ia turun dan memastikan bahwasanya benar sesosok tengkorak,” kata Tatan, Senin (9/7).

Lanjut, mendapati adanya penemuan tengkorak Permadi lalu melaporkan kejadian tersebut kepada masyarakat setempat. Selanjutnya ia dan masyarakat sekitar ingin melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa, tetapi Kades sedang tidak berada di tempat.

“Saksi melaporkan kepada kepling bernama Makmur Harahap. Lalu menuju tempat yang saksi temukan sosok kerangka manusia. Setelah dilihat ternyata benar bahwa yang ditemukan adalah sesosok kerangka manusia,” ujar Tatan.
Lebih lanjut, dari kejadaian tersebut kepala lingkungan langsung melaporkam ke Polres Padangsidimpuan. Tak lama berselang, Kapolres Padangsidimpuan bersama anggota langsung turun menuju lokasi untuk memastikan penemuan kerangka manusia tersebut.

“Setelah di cek TKP, benar bahwa yang di temukan tersebut adalah sesosok mayat yang sudah menjadi tengkorak. Dan dari hasil observasi terhadap bukti-bukti di TKP, diperkirakan tengkorak telah lebih dari 1 tahun,” ungkap Tatan.

Barang bukti yang ditemukan di lokasi, diantaranya tali pinggang berwarna hitam. Uang pecahan seribu dan dua ribu dalam keadaan tergulung. Celana dalam berwarna biru, tenda biru, kain payung berwarna merah dan dua botol aqua.

“Kini petugas telah mengamankan barang bukti, serta melakukan pemeriksaan saksi-saksi, otopsi, melengkapi mindik dan mengidentifikasi korban dengan cara
melakukan otopsi, melengkapi mindik, mengidentifikasi korban dengan cara mencari informasi masyarakat yang kehilangan keluarga melalui kepling dan Kades,” pungkas Tatan. (tmc/hut)