Kabur ke Batubara, Pembunuh Yoga Diciduk Kakinya Ditembak

Medan – Polrestabes Medan meringkus seorang pelaku penikaman yang menewaskan Yoga Murti (30) di Pasar VII Gg Melati IV, Dusun Rambungan, Desa Tembung, Percut Sei Tuan, Rabu (6/12) kemarin.

Tersangka berinisial MF alias Fokel alias Ozi (28) diamankan polisi ketika kabur ke kawasan Batubara. Dalam penangkapan itu polisi menghadiahinya sebutir timah panas karena melawan saat ditangkap.

“Sudah diamankan tersangka yang membunuh Yoga, yang megang Unit Pidum Polrestabes Medan, kakinya ditembak, ditangkap di Batubara,” kata salah seorang teman korban yang datang ke Polrestabes Medan, Rabu sore.

Ia mengatakan, tersangka nekat membunuh temannya sendiri bernama Yoga Murti diduga karena tersangka cemburu melihat istrinya berteman dekat dengan korban.

“Korban dan tersangka berkawan, saat kejadian mereka baru pulang dari diskotik New Zone,” jelasnya.

Tersangka yang cemburu lalu terlibat cekcok mulut dengan korban, hingga berujung pertengkaran dan tersangka menikam temannya. “Ditikam dari belakang di warung Jalan Perintis Tembung,” ujarnya lalu masuk ke dalam Polrestabes Medan untuk menemani keluarga korban.

Pasca penangkapan, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Febriansyah masih enggan memberikan penjelasan mengenai diamankannya pelaku pembunuhan itu.

Diketahui, sebelumnya Yoga Murti (30), warga Jalan Pulau Brayan, Medan, ditemukan tewas dengan sejumlah bekas luka tusukan senjata tajam di sekujur tubuhnya. Korban ditemukan di Pasar VII Gg Melati IV, Dusun Rambungan, Desa Tembung, Percut Sei Tuan, Senin (4/12) pagi.

Kejadian itu diketahui sekitar pukul 04.15 WIB. Sedangkan informasi yang dihimpun dari keterangan teman korban Aziz, sekira pukul 03.00 WIB ia dan Yoga (korban), dari Jalan Wajir, tepatnya di diskotik, Medan Maimun, melaju hendak pulang.

Namun di perjalanan keduanya lebih dahulu singgah ke rumah seorang pria MF alias Fokel alias Ozi, yang diketahui merupakan teman korban di Jalan Pasar VII Tembung (TKP).

Setibanya di rumah Fokel, korban terlibat cekcok mulut. Saat cekcok mulut berlangsung, Aziz melihat Fokel mengambil sebilah pisau, lalu menikami tubuh korban secara membabi buta.

Sekejap, korban jatuh tersungkur dan terkapar bersimbah darah. Teman korban yang melihat korban kritis, langsung membawanya ke Rumah Sakit Pirngadi Medan. Namun sayang nyawanya tidak tertolong.

(bowo)