Istri Terduga Teroris di Sibolga Meledakan Diri, Kapolri: Mereka Terkena Paham ISIS

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Ist

Sibolga | Jurnal Asia
Istri terduga teroris di Sibolga meledakan diri, Rabu (13/3) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB.

Istri terduga teroris Husein alias Abu Hamzah meledakan diri ketika dilakukan upaya negoisasi menyerahkan diri. Akibat bom bunuh diri ini, istri dan dua anaknya meninggal dunia.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyampaikan bahwa terduga teroris yang ditangkap di Sibolga tersebut terafiliasi dengan jaringan organisasi ISIS (Islamic State in Iraq and Syria).

“Kelompok mana ini, kelompok yang berafiliasi kepada pendukung ISIS. Jadi (mereka) terkena paham-paham dari ISIS itu,” ungkapnya kepada wartawan.

Tito menjelaskan, kelompok ini sudah di jejaki oleh tim Densus 88. Sebelum penangkapan dilakukan di Sibolga, penangkapan sebelumnya telah dilakukan di Lampung. Sehingga Tito mengakui, bahwa saat ini pihaknya telah menangkap 3 orang terduga teroris jaringan tersebut.

“Tim dari Densus 88 Mabes Polri berangkat ke Sibolga untuk melakukan pengembangan, dari penangkapan seorang tersangka laki-laki yang ada di Lampung dua hari lalu karena ditemukan bom dirumahnya. Dari interogasi yang dilakukan, yang bersangkutan ini mengaku memliki kawan di Sibolga,” jelasnya.

Atas informasi itu, lanjut Tito, Densus 88 lalu melakukan penangkapan di Sibolga. Akan tetapi rumah pelaku (Husain alias Abu Hamzah) sudah dipasang bom, sehingga satu diantaranya meledak dan melukai seorang petugas.

“Kemudian setelah pelaku di tangkap dia mengatakan ada dua lagi temanya di daerah Sibolga. Jadi sudah tiga yang tertangkap,” ucapnya kembali.

Namun lanjut Kapolri, di rumah terduga teroris yang ditangkap di Sibolga ini, istrinya tidak mau keluar bersama tiga anaknya. Ketika petugas hendak masuk kedalam rumah, terduga teroris yang ditangkap memberi tahu bahwa di rumahnya ada bom.

“Sehingga anggota, saat ini masih melakukan upaya negoisasi agar istrinya mau keluar dan berdialog bersama anak-anaknya. Sekarang proses negoisasi sedang dilakukan. Kita berharap istrinya bisa keluar dan kita bisa selamatkan anaknya dalam keadaan baik-baik saja,” harapnya.

Akan tetapi, Tito menegaskan jika pihaknya saat ini sudah siap dengan resiko apapun yang akan terjadi. Karena, sambung dia, istri terduga pelaku itu menurut suaminya, cukup keras dan radikal.

“Yang pasti, mereka tidak ada hubungannya dengan pemilu yang akan datang. Karena mereka, mau pemilu atau nggak ada pemilu akan jalan terus sesuai dengan ideologinya. Jadi ini tugas kita bekerja untuk menangani dan juga menetralisir pemikiran mereka yang keras dan radikal,” tandasnya.(wo)