Dua Sekawan Babak Belur Dipukuli Preman Tembung

Kedua Korban Yang Dianiaya

Dituding Curi Handphone

Medan | Jurnal Asia

Dituduh mencuri handphone milik anak kos-kosan, Isrofil Harahap (40) dan M. Muslim (35) babak belur dipukuli preman setempat di Jalan Pukat Banting I, Bantan Timur, Medan Tembung.

Dalam kondisi terluka, dua sekawan warga tak jauh dari lokasi itu melaporkan peristiwa penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Percut Sei Tuan, Rabu (8/8).

Saat di kantor polisi, kepada wartawan dua sekawan itu menuturkan. Penganiayaan yang dialaminya terjadi sekira pukul 08.00 WIB. Pagi itu kedua sedang duduk-duduk di pinggir jalan, tak jauh tempat keduanya dianiaya.

Tak lama, tiba-tiba seorang pemuda setempat berinisial F, bersama temannya datang menghampiri dua sekawan itu. Disitu F Cs lalu menuduh keduanya telah mencuri Handphone, milik anak kos-kosan yang tinggal di lokasi.

Merasa tak berbuat, lantas keduanya membantah apa yang dituduhkan oleh F Cs. Namun pengakuan dua sekawan itu justru membuat F Cs naik pitam dan emosi. Keduanya tanpa ampun lalu dipukuli oleh F Cs sampai babak belur.

Akibatnya Isrofil mengalami luka dan harus mendapatkan 12 jahitan di kepala. Sedangkan M. Muslim mengalami sakit pada pinggang, lengan, mata bengkak memar dan hidung mengeluarkan darah.

“Dia (pelaku) mengatakan mana handphone yang kau curi. Lalu aku jawab, handphone apa. Jangan kau sembarangan menuduh aku mencuri. Bagus-bagus kau, disitu kami sempat terlibat pertikaian adu mulut,”sebut Isrofil sembari menahan sakit pada tubuhnya.

Tak terima dituduh dan dianiaya, kedua sekawan itu melaporkannya ke Polsek Percut Sei Tuan. Usai melakukan visum atas luka yang dialaminya dan membuat laporan polisi. Kini kedua korban dalam pemriksaan untuk dimintai keterangannya. (hendra/hut)