Dua Guru SMA Shafiyyatul Dianiaya Saat Mediasi

Korban Melapor ke Polrestabes Medan

Medan | Jurnal Asia

Kekerasan dalam metode mendidik murid memang tidak dibenarkan, namun apa jadinya bila orangtua murid yang tidak terima anaknya dihukum malah melakukan penganiayaan terhadap guru.

Seperti yang terjadi di Sekolah Shafiyyatul Amaliyah Jalan Setia Budi. Dua orang guru SMA bernama Syahyudi dan Cindy mengaku dianiaya oleh oleh orangtua murid saat mediasi di ruang Kepala Sekolah. Tak pelak atas kejadian ini kedua guru tersebut membuat laporan ke Polrestabes Medan. Rabu (10/10).

Korban, Syahyudi menceritakan kejadian ini bermula ketika ia memberikan teguran terhadap siswa kelas XI berinisial MAS. siswa tersebut bolos di jam mata pelajaran sekolah, Rabu (3/10) lalu. Dihari yang sama, Cindy juga memberikan teguran dengan membetulkan dasi siswa yang amburadul.

Tak dinanya, sang murid MAS mengadu kepada orangtuanya bahwa ia ditampar dan dicekik oleh kedua guru tersebut. Dengan berang orang tua murid, Dr Ditriana bersama suaminya, dan 2 orang lainnya mendatangi pihak sekolah untuk menuntut pertanggungjawaban.

Kamis (4/10) pihak sekolah lalu memediasi kedua belah pihak. Namun, mediasi di ruang Kepala Sekolah berlangsung panas hingga akhirnya kedua guru itu mendapat penganiayaan yang diduga dilakukan oleh orangtua murid.

Syahyudi yang tidak terima lalu membuat laporan ke Polrestabes Medan yang tertuang dalam Nomor : STTLP/2191/K/X/2018/SPKT Restabes Medan.

“Akibat penganiayaan bersama- sama ini guru Cindy mengalami sakit di antara perutnya,” ujar Kuasa Hukum korban, Avrizal Hamdhy Kusuma SH MH.

Sementara, Kepala Sekolah Shafiyyatul Amaliyah Bagus Kurniawan membenarkan telah terjadi keributan di kantornya antara orangtua murid dengan guru hingga berujung penganiayaan. Pihak sekolah juga mengambil tindakan tegas dengan memecat guru Cindy sedangkan Guru Syahyudi diberi skorsing 3 hari.
(bowo/hut)