Cerita Warga Saat Antar Jenazah ke RS Bhayangkara : Pabrik Mancis Sudah 10 Tahun, Pintu Depan Selalu Digembok

Jasad korban tiba di ruang mayat RS Bhayangkara Medan. Ist

Medan | Jurnal Asia
Seluruh korban yang meninggal dunia dalam kebakaran di pabrik mancis Jalan T Amir Hamzah Desa Sambirejo Timur Kecamatan Binjai dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Informasi dihimpun wartawan adapun identitas 30 korban jiwa yakni ;
1. Nurhayati warga Desa Selayang Mancang.
2. Yunita Sari warga Sambirejo Gg Mirat
3. Pinja (anak Yunita Sari)
4. Sassa (anak Yunita Sari)
5. Suci/Aseh warga Kwala Begumit
6. Mia warga Sambirejo Dusun I
7. Ayu warga Perdamaian
8. Desi/Ismi warga Sambirejo Dusun IV
9. Juna (anak Ismi)
10. Bisma (anak Ismi)
11. Dhijjah warga Sambirejo Dusun II
12. Maya warga Sambirejo Dusun IV
13. Rani warga Perdamaian
14. Alfia warga Perdamaian
15. Rina warga Sambirejo Dusun IV B (pendatang)
16. Amini warga Sambirejo Dusun II
17. Kiki warga Kwala Begumit Kampung Baru
18. Priska warga Sambirejo Dusun II
19. Yuni (Mak Putri) warga Sambirejo Dusun IV
20. Sawitri warga Sambirejo Dusun II
21. Fitri warga Sambirejo Dusun I
22. Sifah (anak Fitri)
23. Wiwik warga Sambirejo Dusun IX
24. Rita warga Sambirejo Dusun II
25. Rizki warga Sambirejo Dusun II (pendatang)
26. Imar warga Sambirejo Dusun VII
27. Lia (mandor) warga Kwala Begumit Komp
28. Yanti warga Kwala Begumit Kampung Baru.
29. Sri Ramadhani warga Sungai Remban Tanjung Jati
30. Samiati warga Kwala Begumit Lingk I

Seorang warga setempat yang turut mengantar jenazah para korban ke rumah sakit Bhayangkara Jalan Wahid Hasyim, Medan, bernama Suryadi menyebutkan, peristiwa itu terjadi saat makan siang. Saat kejadian, ia mengaku juga sempat mendengarkan suara ledakan hingga lebih dari 3 kali.

“Ada 4 orang yang selamat karena pulang makan di rumah. Seluruh pekerjanya perempuan semua dan hampir semua tempat tinggalnya gak jauh dari lokasi,” ucapnya.

Suryadi menjelaskan, sumber api yang membakar pabrik berasal dari arah bagian belakang. Sehingga ketika kebakaran berlangsung, para pekerjanya lari ke depan untuk menyelamatkan diri.

“Sedangkan pintu depan pabrik tidak pernah dibuka dan selalu digembok oleh pemiliknya. Saya tidak tahu kenapa selalu digembok. Kalau masuk pasti dari belakang,” terangnya.

Suryadi juga menyebutkan, jika usaha isi ulang mancis itu sudah lama beroperasi. Ia menghitung, pabrik itu sudah mulai menjalankan produksinya sejak sekitar hampir 10 tahun yang lalu.

“Wah sudah lama, sudah ada hampir 10 tahun. Saya tinggal di samping pabrik itu,” pungkasnya.(wo)