BNNP Sumut Ungkap Ganja 143 Kg di Siantar, Tersangka Diiimingi Upah Rp800 Ribu

 

Kepala BNNP Sumut menunjukan barang bukti 143 Kg ganja. Aribowo

Medan | Jurnal Asia
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) menggelar konferensi pers terkait dengan pengungkapan 143 Kg ganja di Siantar. Senin (28/10/2019).

Terkuak, para tersangka yakni Irma Dinata (26), Budi Hutapea (34), Jhon Fredy Pangaribuan (46) dan Ahmad Rifani Simatupang (56) nekad menyimpan ganja karena tergiur upah Rp800 Ribu/Kg.

Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Atrial mengatakan rencananya, ratusan kilogram ganja asal Aceh ini nantinya akan diedarkan di Lampung.

“Dibawa menaiki mobil, singgah di Siantar lalu diamankan disana. Para tersangka diimingi upah Rp800 Ribu per kilonya,” ujarnya didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Sumut Kombes Pol Sempana Sitepu.

Selain itu pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pengendali narkoba berinisal AP. “Pengakuan para tersangka baru sekali menyimpan narkoba, nanti kita dalami lagi,” tukasnya.

Diketahui, BNNP Sumut menggerebek sebuah rumah yang dijadikan gudang penyimpanan narkoba di Jalan Tambun Timur, Gang PJKA, Kelurahan Tambun Nabolon, Siantar Martoba, Kota Pematang Siantar.

Penggerebekan ini berlangsung Rabu (23/10/2019) kemarin. Awalnya petugas mengamankan Irma dan Jhon di sebuah rumah yang berada di Jalan Tambun Timur, Gang PJKA, Kelurahan Tambun Nabolon Siantar.

“Dari penggeledahan di rumah Irma diamankan barang bukti 4 Kg ganja,” kata Kepala BNNP Sumut, Jumat (25/10/2019).

Setelah menginterogasi Irma, petugas kemudian bergerak menuju gudang yang tak jauh dari rumah itu. Dari sana, BNN menemukan 133 kg ganja kering yang dikubur di dalam tanah. Termasuk dua kardus berisi ganja sebesar 6 kg.

Petugas BNN kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Budi dan Ahmad. Budi sendiri merupakan kaki tangan AP (DPO) yang merupakan pengendali narkoba sementara Ahmad menjadi kurir yang mengantar ganja ke pelanggan AP.(wo)