Bantu Pacar Aborsi Hingga Tewas, Mahasiswa Ini Diringkus Polisi Saat Berada di Kos Jalan Bulan Medan !

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing menginterogasi tersangka aborsi yang merenggut nyawa pacarnya. Ist

Medan | Jurnal Asia
Petugas Polsek Medan Baru mengamankan seorang pemuda yang terlibat menggugurkan kandungan hingga membuat pacarnya berinsial YL (21) tewas.

Korban diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di sebuah rumah Jalan Hasanudin Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Petisah. Korban tewas, Sabtu (9/3) kemarin, diduga karena mengalami pendarahan hebat, saat menggugurkan kandungan yang berusia 7 bulan.

“Setelah kita melakukan penyelidikan didapati kalau pacar korban terlibat membantu menggugurkan hingga membuat korban meninggal dunia,” ujar Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing kepada wartawan, Senin (11/3).

Ia menjelaskan pihaknya yang mengidentikasi pelaku bernama Meiman Jaya Luhu (21) kemudian melakukan pengejaran. Alhasil, pelaku yang merupakan seorang mahasiswa di Medan ini dibekuk polisi saat berada di kosnya Jalan Bulan Medan Baru.

“Motifnya membantu korban untuk menggugurkan kandungannya dengan memberikan obat pengugugur kandungan yang dibeli toko online,” ujar Martuasah.

Akibat perbutannnya, tersangka diganjar dengan Pasal 348 Kuhpidana dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara.

Informasi dihimpun wartawan, terungkapnya kasus ini berawal dari sang majikan korban memanggil korban ke kamar karena biasanya korban telah keluar dan melakukan aktivitasnya sebagai asisten rumah tangga. Sabtu (9/3) lalu.

Saat berada di depan pintu kamar korban, sang majikan melihat ada darah, mereka menanyakan kepada YL kenapa ada darah. Korban lalu mengaku bahwa dirinya sedang menstruasi.

Kedua majikan YL bersikeras memintanya untuk membuka pintu kamar, namun ia tidak mau membuka dengan alasan belum berpakaian. Setelah ditunggu, korban kemudian membuka pintu kamarnya.

Begitu melihat wajah YL sangat pucat dan lemas. Mereka kemudian bergegas memberikan susu kemasan dan menyuruh YL meminumnya. Korban sempat meminum susu itu dan mengaku sudah merasa lebih baik. Korban meminta izin untuk beristirahat.

Mendengar pengakuan korban, sang majikan meninggalkan korban di kamar. Karena korban bilang udah mendingan, saksi pergi mengurus anaknya.

Majikan yang merasa prihatin dengan kondisi pekerjanya, tetap memantau situasi kamar dan sempat melihat YL keluar kamar dengan tubuh berbalut handuk.

Merasa iba, majikan pun menyempatkan diri menggoreng telur untuk diberikan YL. Saat mengantarkan telur saksi melihat korban sudah tertidur di lantai. Saksi juga melihat banyak darah yang berceceran.

Melihat itu, majikan lalu memanggil ambulans untuk menolong korban. Namun, saat ambulans datang ke rumah korban sudah meninggal dunia.(wo)