Pengembangan Pariwisata Kota Solok

Wartawan Jurnal Asia.

Solok merupakan sebuah Kota yang posisi kota sangat strategis, karena terletak pada persimpangan jalan antar provinsi dan antar Kabupaten /Kota. Dari arah Selatan misalnya dari Provinsi Lampung, Provinsi Sumatra Selatan dan Provinsi Jambi, Kota ini merupakan titik persimpangan untuk menuju Kota Padang sebagai ibu Kota Provinsi Sumatra Barat, yang jaraknya hanya lebih kurang 64 Km saja. Bila kearah Utara akan melewati Kota Bukit Tinggi yang berjarak lebih kurang 71 KM, untuk menuju kawasan Sumatra bagian utara.

Topografi Kota Solok bervariasi dan bergelombang antara daratan dan perbukitan yaitu daerah datar dengan lereng nol sampai lima persen seluas 1.190 Ha (20,65% ) yang terdapat di pusat kota, daerah landai dengan lereng 5-15% seluas 1.440Ha ( 29,98% yang terdapat di bagian Selatan kota, daerah bergelombang dengan lereng 15-40% seluas 2.451 Ha ( 42,52%) terdapat dibagian utara kota dan daerah perbukitan dengan lereng lebih dari 40% dengan luas 683 Ha ( 11,85% ) yang sebagian besar tersebar di Kecamatan Lubuk Sikarah dengan luas mencapai 610 Ha dan di Kecamatan Tanjung Harapan seluas 73 Ha.

Dengan pesona alam yang indah tersebar dari wilayah utara sampai selatan, dari Wilayah Barat sampai Timur. Bukit, hutan , dan persawahan memberi corak masing-masing wilayah. Kota Solok Juga memiliki keaneka ragaman seni budaya dan adat tradisi.

Akan tetapi tidak hanya itu saja potensi pariwisata yang dimiliki oleh Kata Solok, melainkan masih banyak potensi yang dimiliki dan masih belum mendapatkan perhatian khusus atau dengan kata lain belum dikembangkan secara optimal, sehingga nilai kemanfaatannya pun masih rendah.

Pengelolaan potensi yang belum optimal ini, menyebabkan pariwisata belum memberikan kontribusi yang cukup bearti bagi masyarakat maupun pemerintah Kota Solok. Daya tarik wisata di Kota Solok masih relatif belum banyak dikunjungi wisatawan manca negara maupun domestik.

Indikatornya antara lain terlihat, dari segi Pendapat Daerah Regional. Bruto ( PDRB ) sektor pariwisata masih relaif rendah kontribusinya dibandingkan dari sektor lain.

Pada hal apabila semua potensi pariwisata dikembangkan dengan baik, maka hal ini akan menguntungkan bagi masyarakat Kota Solok sendiri maupun bagi kemajuan wilayah Kota Solok. Dan pada akhirnya nanti juga akan memberikan keuntungan bagi Kota Solok, karna sektor pariwisata mempunyai peranan penting dalam Pembangunan suatu bangsa, khusus perekonomian Kota Solok karena kegiatan pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan yang cukup pontensial.

Wisata paling banyak menyumbang pertumbuhan ekonomi. Ekonomi bertumbuh dari empat sumber yaitu konsumsi masyarakat ( spending), investasi, ekspor dikurangi impor dan governmen expenditure. Wisata mengontribusikan personal spending terbanyak. Tujuan pemerintah mengadakan libur bersama hanya satu, yaitu agar masyarakat berwisata. Saat berwisata, orang pasti berbelanja.

Jika berbelanja, turn over perekonomian akan bertumbuh. Demikian pula dalam hal investasi. berdirinya resort-resort akan mendorong pengeluaran yang akan membuat ekonomi bertumbuh. Promosi produk dan jasa juga membuat nilai ekspor meningkat, sehingga Peranan wisata terhadap pertumbuhan ekonomi sangat luar biasa.

Oleh karena itu keanekaragaman pemandangan alam , kakayaan seni budaya, dan adat tradisi Kota Solok merupakan mahkota yang harus dipelihara, dikembangkan , dan ditujukkan kepada dunia luar, sehingga potensi itu dapat bermanfaat baik untuk masyarakat maupun pemerintah dalam meningkatkan pendapat asli daerah. Kekayaan tersebut merupakan modal untuk pembangunan terutama di bidang Pariwisata yang diangkat di kancah Pariwisata Nasional maupun Internasional.

Berdasarkan hal-hal tersebut, maka dari itulah penulis menulis artikel dengan judul “ Pengembangan Potensi Pariwisata di Kota Solok “. Menurut penulis Pariwisata memiliki peran yang sangat penting bagi kamajuan wilayah setempat maupun bagi perekonomian negara secara keseluruhan. Karena pada hakikatnya parawisata adalah salah satu sektor andalan pemerintah Indonesia untuk menghasilkan devisa negara, sehingga pemanfaatan, pengembangan, pengelolaan, dan pembiayaan kawasan wisata harus mendapat perhatian yang serius dari pemerintah dengan melibatkan peran lembaga-lembaga pemerintah, serta seluruh lapisan masyarakat.

Parawisata di Kota Solok sangat beragam dan tidak sedikit yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara, terutama tempat- tempat wisata yang notabene memiliki keindahan yang luar biasa. Tempat-tempat wisata yang saat ini tengah diminati oleh wisatawan local maupun mancanegara adalah objek wisata hamparan sawah Solok, Taman Syech Kukut, Puncak Payo, BBI Sarah Batimpo, objek wisata pulau Belibis. Objek wisata ini merupakan aset besar Kota Solok yang memiliki potensi wisata yang sangat hebat dan bisa memberikan kontribusi besar untuk pengembangan pariwisata di Kota Solok.

Kawasan objek wisata hamparan sawah Solok, Taman Syech Kukut, objek wisata pulau Belibis yang berlokasi di wilayah Kota Solok, ia termasuk salah satu Segitiga berliannya Kota Solok, karena juga memberikan kontribusi yang besar terhadap kota Solok, terutama pengembangan pariwisata di Kota Solok ini. Seperti Taman Syech Kukut, yang merupakan Ruang Terbuka Hijau Kota Solok adalah lokasi yang dibangun sebagai paru-paru kota sekaligus berfungsi menjadi alun-alun atau tempat berkumpulnya masyarakat Kota Solok. Taman ini juga menjadi lokasi multifungsi yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah, pihak swasta mupun masyarakat untuk melaksanakan kegitan-kegiatan keramain. Keberadaan Taman yang berada di pusat Kota seluas 4.875 m2 ini diharapkan pula dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan arena bermain anak-anak, selain untuk meningkatkan nilai estetika Kota.

Selain itu dengan pesona yang dimiliki oleh Puncak Payo, Puncak Payo merupakan salah satu pemandangan alam Kota Solok yang berada di Kelurahan Tanah Garam. Lokasi ini berada di ketinggian yang sejuk dan segar. Pemandangan yang disajikan dari Puncak Payo adalah keindahan Panorama Kota Solok dengan latar belakang Bukit Barisan .

Perpaduan menawan bentangan udara begitu memanjakan mata, menghilangkan segala kepenatan akibat rutinitas sehari-hari. Inilah yang menarik parawisatawan untuk berkunjung ke Kota Solok dalam rangka menikmati keindahan alam yang dahsyat. Dan di puncak ini banyak sekali wisatawan ke Puncak Payo untuk menyaksikan alam Kota Solok dan hamparan sawah Solok.

Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Akan tetapi, selain memiliki potensi keindahan yang memukau Puncak Payo juga memiliki kelemah- kelemahan yang dapat menghambat para wisatawan local maupun manca negara untuk berkunjung ke wisata tersebut. Kelemahan tersebut tidak lain adalah dari factor infrastruktur yang kurang baik.

Dimana jalur menuju Puncak Payo masih sangat memprihatinkan dan sulit di jangkau oleh semua trasportasi dan jalur menuju Puncak Payo, oleh karena itu perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah setempat demi lancarnya para wisatawan dalam berkunjung ke Puncak Payo.

Dengan adanya hambatan dan kendala pada tempat-tempat wisata tersebut, maka dari itulah perlu adanya suatu perhatian khusus, baik dari pemerintah setempat maupun masyarakat Kota SoloK .
Dimana perhatian tersebut lebih kepada adanya pengembangan wisata terkait seperti pengelolaan pada tempat wisata, perbaikan infrastruktur, maupun pada promosi akan tempat wisata tersebut kepada para wisatawan local maupun manca negara.

Dan berdasarkan pada keaneka ragaman aset-aset wisata yang lebih nominan kearah “ Natural Tourism”, yaitu pengembangan wisata yang berwawasan lingkungan. (*)