Mimbar Islam

Doa Kepada Allah

Oleh : Drs Hosen Hutagalung MA
Dosen FAI UMSU

Usai shalat amalan yang harus dilakukan adalah berdoa kepada Allah, yaitu mengutarakan keinginan atau sejenisnya. Maka setiap muslim pasti menginginkan sesuatu kepadanya, sebaik-baik keinginan haruslah kita bermohon kepada Allah. Karena dengan bermohon kepada Allah, sesuatu yang diinginkan tentu akan mendapatkan keberkahan.

Dan apa pun keinginan kita semua harus di­mo­hon­kan kepada Allah. Bermohon itu biasanya melalui doa yang kita utarakan kepada Allah. Tentunya bermohonlah dengan lemah dan lembut, bukan bermohon terkesan memaksakan kehendak.

Seperti dengan menyebut asma Allah, hal ini berdasarkan firman Allah. “Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaul husna itu dan jauhilah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (al-A’raaf: 180).

Ada beberapa adab dalam bermohon atau berdoa kepada allah sudah diatur dalam Islam. Dan Ibnu Katsîr rahimahullah membawakan sejumlah hadits-hadits yang berkaitan dengan adab-adab tersebut yaitu:

Pertama, mengangkat kedua tangan sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Salmân al-Fârisi Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ” Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha pemalu lagi Maha pemurah terhadap seorang hamba yang mengangkat kedua tangannya (berdoa), kemudian kedua tangannya kembali dengan kosong dan kehampaan (tidak dikabulkan).

Kedua, memulakan doa dengan pujian terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian Salawat dan Salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, selanjutnya bertawasul kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan tawasul yang disyariatkan, seperti dengan bertauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan asma’ dan sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan amal shalih dan selainnya.

Ketiga, bersangka baik terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Diriwayatkan dalam sebuah hadis qudsi dari Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Aku (akan) sebagaimana hamba-Ku menyangka tentang-Ku, dan Aku akan bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.

Menurut Al-Qurthûbi rahimahullah berkata: ”maknanya adalah hamba itu menyangka dikabulkannya doa, diterimanya taubat, diberikan ampun melalui istighfâr, serta menyangka dibalas dengan pahala atas ibadah yang dilakukan sesuai syarat-syaratnya sebagai keyakinan akan kebenaran janji Allah.

Keempat, Menjauhi sikap tergesa-gesa mengharapkan terkabulnya doa; karena ketergesa-gesaan itu akan berakhir dengan sikap putus asa sehingga ia tidak lagi berdoa. Na‘ûdzubillâh. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahawa Rasulullah bersabda“ Akan dikabulkan (doa) seseorang di antara kalian selama dia tidak tergesa-gesa, iaitu dia berkata ‘aku telah berdoa namun belum dikabulkan bagiku. Fastabiqul khairat