The Reds Di Ujung Tanduk

Paris | Jurnal Asia

Kekalahan dari Paris Saint-Germain membuat posisi Liverpool terjepit. Si Merah kini harus menghadapi laga hidup-mati kontra Napoli dan wajib menang.

Liverpool kalah 1-2 saat bertandang ke Parc de Princes, Kamis (29/11) dinihari WIB di matchday lima Liga Champions. Gol Juan Bernat dan Neymar cuma mampu dibalas sekali oleh Liverpool lewat penalti James Milner.

Kekalahan ini bikin kelolosan makin sulit diraih Liverpool. Mengoleksi enam poin dari lima pertandingan, skuat besutan Juergen Klopp ini ada di posisi tiga. Liverpool tertinggal tiga poin dari Napoli di posisi teratas dan dua poin dari PSG di urutan dua.

Di laga terakhir alias penentuan kelolosan, Liverpool akan menjamu Napoli di mana mereka wajib menang untuk lolos. Situasi jelas tak menguntungkan karena Napoli cuma butuh hasil imbang untuk lolos dan mereka juga punya bekal kemenangan 1-0 di leg pertama.

PSG di sisi lain, punya keuntungan karena cuma menghadapi Red Star Belgrade yang kini jadi tim juru kunci. Red Star baru mengoleksi empat poin dan sudah dipastikan tak bisa lolos ke 16 besar. Kapten Liverpool Jordan Henderson menyadari situasi pelik ini. Dia paham bahwa timnya perlu segera bangkit setelah dua kali kalah beruntun di Liga Champions dan menang atas Napoli di matchday keenam.

“Kami kecewa. Kami merasa kami cukup bagus untuk datang ke sini (PSG) dan memetik kemenangan. Pada akhirnya ini bukan malamnya kami, tapi kami sudah mencoba untuk mengejar gol penyama,” ujar Henderson.

“Kami terus berusaha dan berjuang, dan sekarang kami cuma perlu menjaga harapan tetap hidup dengan kemenangan di Anfield. Kami cuma perlu melalui laga melawan Napoli sekarang. Kelolosan masih ada di tangan kami, saya rasa,” imbuhnya seperti dilansir situs resmi UEFA.

Sementata itu, Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, cukup kecewa dengan cara bermain yang diterapkan PSG. Selain itu, Klopp juga mengkritisi beberapa keputusan yang dibuat oleh wasit yang memimpin laga yakni Szymon Marciniak.

Laga yang digelar di Prac des Princes memang berjalan cukup ketat. Tercatat, ada enam kartu kuning yang diberikan oleh wasit Szymon Marciniak pada pemain Liverpool dari 20 pelanggaran yang dilakukan. Sementara, PSG mendapat dua kartu kuning.

Klopp merasa Liverpool tidak pernah berada dalam ritme permainan terbaiknya. Sebab, laga terlalu sering terhenti oleh ulah pemain PSG. Kondisi yang benar-benar menyulitkan bagi Mohamed Salah dan kawan-kawan untuk bisa berkembang.

Klopp melihat ada reaksi berlebihan dari para pemain PSG ketika terjadi duel dengan pemain Liverpool. Hal ini membuat laga sering terhenti. PSG, menurut Klopp, membuat Liverpool bermain layaknya tukang daging atau jagal.

“Kami tidak pernah mendapatkan 100 persen bentuk permainan kami, tapi itu sudah cukup untuk bisa mendapatkan hasil imbang di sini,” buka Klopp.

“Sebuah hadangan kecil adalah 500.000 kali interupsi di babak kedua dan wasit berpikir melakukan segalanya dengan benar. Kami menjadi tim fair play di Inggris dua atau tiga kali beruntun. Tapi, malam ini kami seperti seorang jagal.”

“Mereka terus-menerus terjauh dan semuanya, sepertinya kami bermain dengan siku dan itu adalah membuat anak-anak bermain agresif dengan cara negatif. Itu cara yang bagus dan wasit membiarkan itu terjadi,” paparnya.

Kecewa Wasit

Bukan hanya mengeluhkan cara bermain pihak PSG, tapi Klopp juga tidak cukup puas dengan kinerja wasit Szymon Marciniak. Tapi, pria asal Jerman itu enggan menyebutkan apa saja yang menjadi kekecewaannya. Klopp tak mau terlibat polemik.

“Saya lihat penalti [pelanggaran Angel Di Maria pada Sadio Mane]. Itu terjadi di dalam kotak tapi itu bukan berarti sebuah pelanggaran. Saya tidak tahu mengapa itu terjadi. Saya lihat pelanggaran [Marco] Verratti dan wow. Berapa banyak kartu kuning yang kami dapat?,” papar Klopp.

Dengan hasil ini, PSG menyalip Liverpool di klasemen Grup C. Les Parisiens kini berada di posisi dua dengan delapan poin, dua poin di depan Liverpool. Napoli menguasai puncak klasemen dengan sembilan poin, sementara Red Star Belgrade jadi juru kunci dengan empat poin.
(dc-bn-bts-adp)