Medan Sunggal Juara Umum Arung Jeram

 

Porkot Medan X

Medan | Jurnal Asia

Tim Kecamatan Medan Sunggal sukses meraih juara umum pada Porkot Medan X/2018 pada cabang olahraga arung jeram, yang dilangsungkan di Kanal Titi Kuning, Medan Johor, Selasa (27/11) sore.
Mereka sukses mengantongi tiga medali emas. Jumlah emas Medan Sunggal beda tipis dengan Kecamatan Medan Johor yang berada di peringkat kedua. Kecamatan Medan Johor meraih dua medali emas dan satu perunggu.

Di peringkat ketiga ada Kecamatan Medan Petisah dengan satu emas. Keempat ada Kecamatan Medan Baru dengan tiga perak dan tiga perunggu. Peringkat kelima ada Kecamatan Helvetia dengan dua perak. Medan Timur berada di urutan keenam dengan satu perak, sedangkan Medan Tembung dan Medan Selayang berada di urutan ketujuh dengan satu perunggu. Keberhasilan Kecamatan Medan Sunggal meraih gelar juara umum terjadi vusai mereka memenangi tiga nomor final pada Selasa (27/11).

Dimana mereka meraih tiga medali emas di nomor slalom putra, head two head putra, dan sprint putra. Sedangkan Medan Johor meraih medali emas melalui head two head putri, dan sprint putrid. Sementara satu-satunya medali emas Medan Petisah diraih melalui slalom putri.

Ketua Pengcab Arung Jeram Kota Medan, Nata, bersyukur atas terlaksananya dengan baik cabor arung jeram yang pertama kali digelar di Porkot Medan. Menurut dia, keberhasilan ini tak terlepas dari kerja keras para kontingen, panpel, KONI Medan hingga panitia Porkot.

“Syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas berlangsungnya dengan baik cabor arung jeram ini. Saya lihat semuanya berjalan sukses dan lancar,” ujarnya.

Nata mengatakan, penyelenggaraan Porkot cabor arung jeram sangat spesial karena dihadiri Ketua Pengprov FAJI Sumut yang diwakili Ketua Harian Johny Walker Manik, serta Direktur Kompetisi PB FAJI Joni Kurniawan.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan aksi tanam 7000 pohon dan tabur 700 benih ikan di lokasi perlombaan. Sementara itu Ketua Umum KONI Medan Eddy H Sibarani memberikan apresiasi atas pelaksanaan Porkot cabor arung jeram yang diikuti 20 tim putra, dan 9 tim putri dari 21 kecamatan.

“Jumlah peserta tersebut membuktikan bahwa telah terjadi pemerataan pembinaan cabang olahraga arung jeram di kota Medan,” katanya.

Eddy berharap, pemasalan dan pembinaan cabor arung jeram jangan sampai berhenti usai Porkot. “Tentunya kedepannya harus lebih baik lagi. Apalagi kalau atlet arung jeram Medan mendominasi kontingen PON Sumut,” tuturnya.
(bambang nl-adp)