Inter yang Berharap ‘Bantuan’ Barcelona

London | Jurnal Asia

Kekalahan Inter Milan dari Tottenham Hotspur tak membuat Luciano Spalletti sepenuhnya was-was. Spalletti yakin Barcelona tak akan santai melawan Spurs.

Bertamu ke Wembley, Kamis (29/11) dinihari WIB, Nerrazurri tumbang 0-1. Kekalahan itu membuat Inter dan Tottenham sama-sama mengoleksi tujuh poin sehingga harus berjuang sampai laga grup terakhir untuk mendampingi Barcelona ke babak 16 besar.

Di matchday 6, Tottenham akan menantang Barcelona di Camp Nou, Rabu (12/12) dinihari WIB. Sementara Inter lebih mudah karena ‘hanya’ akan menjamu PSV Eindhoven, yang sudah dipastikan tersingkir, di Giuseppe Meazza.

Secara teori, situasi Inter lebih menguntungkan dibandingkan Tottenham. Pasalnya, Barca belum pernah kalah di kandang sendiri di Liga Champions sejak dipermalukan Bayern Munich 0-3 pada Mei 2013, alias lebih dari lima tahun (!)

Inter akan tersingkir dengan hasil apapun melawan PSV, seandainya Tottenham bisa mengalahkan Barca. Namun, Spalletti yakin,Barca tidak akan mau mengalah sekalipun telah lolos sebagai juara Grup B.

“Tidak terlintas di dalam pikiran saya bahwa pemain-pemain seperti (Gerard) Pique, (Lionel) Messi, dan (Luis) Suarez akan melepas pedal gas atau tidak peduli dengan kekalahan di kandang sendiri. Itu bukan masalah,” ucap pelatih Inter itu.

Gol kemenangan Tottenham terjadi tidak lepas dari kelengahan pemain belakang Inter. Moussa Sissoko dibiarkan bergerak menyisir sisi kiri pertahanan Inter sehingga operannya bisa diterima Dele Alli sebelum diselesaikan Eriksen dengan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti.

Di pertandingan itu, Inter sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Meski kalah penguasaan bola dengan perbandingan 48-52, La Beneamata mampu menciptakan 10 percobaan, yang dua di antaranya mengarah ke gawang.

“Kami melakukan sebagian besar hal yang harus kami lakukan, terlepas dari beberapa momen di pertandingan. Kami kecewa dengan hasilnya, kami akan menatap pertandingan berikutnya dan melihat apa yang terjadi,” ucap Spalletti.

“Saya pikir kami sudah berkembang dan tidak memaksimalkan beberapa peluang mencetak gol, kemudian kebobolan dengan sebuah pengalihan dan tidak ada pemain yang mampu memotong operannya.”

“Tottenham punya kekuatan fisik ini, mereka selalu membuat Anda dalam tekanan sepanjang pertandingan, dan kami salah menginterpretasikan pergerakan Sissoko dua kali,” sungut eks pembesut AS Roma itu.

Dengan sama-sama mengoleksi 7 poin, Inter dan Tottenham akan bersaing di matchday 6 untuk mendampingi Barcelona ke babak 16 besar. Untuk lolos, Inter harus memetik hasil yang lebih baik dari Tottenham, yang akan melawat ke Camp Nou. (dc-ss-adp)