Gawat, Manchester City Dilarang Tampil di Kompetisi Eropa Selama Dua Musim

 

Penyerang Manchester City Sergio Aguero. Net

Manchester | Jurnal Asia
Manchester City dihukum UEFA tak boleh tampil di kompetisi Eropa selama dua musim ke depan. Sanksi itu dijatuhkan usai mereka melanggar Financial Fair Play.

Dikutip dari laman detikcom, City dianggap memanipulasi dana sponsor pada rentang musim 2012 hingga 2016. Mereka juga dinilai tak kooperatif selama penyelidikan kasus ini.

UEFA sebelumnya menugaskan Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA (CFCB) menginvestigasi keuangan The Citizens. Penyelidikan UEFA tersebut dimulai sejak 2019.

“Badan Ajudikasi setelah mempertimbangkan semua bukti, menemukan bahwa Manchester City Football Club melakukan pelanggaran serius terhadap peraturan Lisensi Klub UEFA dan Financial Fair Play,” tulis UEFA disitus resmi mereka.

“Mereka menggelembungkan pendapatan sponsor dalam laporan keuangan pada rentang 2012 hingga 2016 yang diserahkan ke UEFA.”

Akibat hal tersebut, UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain di kompetisi Eropa selama dua musim ke depan (di musim 2020/2021 dan 2021/2021). Mereka juga diharuskan membayar denda senilai 30 juta euro.

City mengaku kecewa dengan sanksi ini. Namun mereka tak terlalu terkejut dengan keputusan yang diambil oleh UEFA tersebut. The Citizens kini berupaya untuk melakukan banding atas hukuman ini melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

“Sederhananya, kasus ini dibuka oleh UEFA, dituntut oleh UEFA dan diadili oleh UEFA. Proses dakwaan kini telah berakhir. Klub akan secepat mungkin berunding mengenai putusan ini. Langkah pertama yang akan kami ambil adalah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga,” tulis situs resmi City menanggapi sanksi dari UEFA.

Terkait dengan hukuman ini lalu siapa yang akan kecipratan jatah Liga Champions yang tak bisa dipakai Citizens?
Pengumuman sanksi itu baru saja dikeluarkan otoritas tertinggi sepakbola Eropa itu pada Jumat (14/2) waktu setempat. Klub milik Sheikh Mansour itu sudah berencana mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Namun sampai CAS memutuskan sebaliknya, City, yang kini menempati peringkat kedua Liga Inggris, tak bisa bertanding di Liga Champions musim depan.

Jika City tidak bisa tampil di Liga Champions, siapa yang akan mengambil jatahnya?

City kemungkinan besar akan mengakhiri musim 2019/20 dengan tetap menempati posisi empat besar klasemen. Pada kondisi demikian, jatah Liga Champions akan dilimpahkan ke posisi kelima klasemen akhir Premier League.

Saat ini, Sheffield United, yang berstatus tim promosi, sedang duduk di peringkat kelima dengan 39 poin dari 26 laga.

Namun jalan tim berjuluk The Blades itu ke Liga Champions jelas tak mudah. Tottenham Hotspur, Wolverhampton Wanderers, Everton, dan Manchester United sudah menguntit mereka.

Jarak kelima tim ini di klasemen amat dekat. Sheffield hanya unggul 2 poin dari Spurs, 3 poin dari Wolves dan Everton, serta 4 poin dari MU.

Dengan sisa laga yang masih cukup banyak (12-13 laga), Arsenal yang ada di posisi 10 klasemen sementara dengan 31 poin pun masih bisa mengejar.

Sementara itu, jatah Liga Europa yang tadinya milik tim peringkat kelima akan diberikan kepada tim peringkat keenam klasemen akhir.(wo)