Emas Sepak Takraw Terbagi Dua

Medan | Jurnal Asia

Kontingen Kecamatan Medan Marelan dan Medan Labuhan merebut masing-masing satu medali emas cabor sepak takraw Porkot Medan X yang berakhir di Lapangan Kantor KONI Medan Belawan, Senin (26/11) sore.

Marelan meraih medali emas putra lewat tim B, setelah di partai final menang atas Marelan B 21-13, 16-21, 15-13. Medali perunggu di nomor putra direbut kontingen Medan Labuhan dan Belawan.

Sedangkan medali emas putri diraih Medan Labuhan, di mana tim B mereka menang 21-14, 21-12 atas tim A. Dua medali perunggu putra cabor sepak takraw dibawa pulang Medan Denai A dan B.

Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani ketika menutup pertandingan menyatakan gembira karena cabor sepak takraw terus berkembang, yang terlihat dari bertambahnya jumlah peserta di Porkot Medan X ini.

Eddy Sibarani berharap para atlet untuk terus mengasah kemampuan, karena akan banyak kompetisi yang lebih tinggi menunggu di tahun depan.

“Dari ajang Porkot inilah para atlet bisa mewujudkan mimpi untukkemudian bisa bertanding di event berlabel nasional seperti PON. Sekarang adik-adik berusia 15 sampai 17 tahun. Ketika PON 2024 berlangsung di Sumut/Aceh, adik-adik telah mencapai usai emas atau golden age, sebuah usia ideal untuk meraih prestasi puncak,” ucapnya.

“Kita ingin pada PON XXII nanti, atlet sepaktakraw Medan bisa membawa kontingen Sumut meraih medali emas,” sebut Ketua Umum KONI Medan di acara penutupan yang juga dihadiri Koordinator KONI Kecamatan Belawan Herianto Laut.

Sementara itu, Ketua Pengcab PSTI Medan Rudi Widodo menyatakan puas dan bangga karena cabor sepaktakraw yang digelar dua hari pada Minggu dan Senin (15-26/11) berjalan lancar dan diikuti banyak peserta.

“Tercatat delapan kecamatan bertanding di nomor putra dan lima tim di bagian putri Porkot Medan X ini, dengan total tim yang ikut berjumlah 16 tim,” sebut Rudi didampingi Ketua Panpel Huban.

Kontingen yang ambil bagian di kelompok putra adalah Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan, Medan Denai, Medan Amplas, Medan Barat, Medan Timur serta Medan Helvetia. Sedangkan di nomor putri diikuti Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Denai, Medan Barat dan Medan Timur.

Cabor Panahan

Kecamatan Medan Selayang keluar sebagai kontingen terbaik di cabang olahraga panahan setelah menjadi peraih medali terbanyak dengan meraih 5 medali emas, 10 perak dan 2 medali perunggu.

Medan Selayang unggul dari Medan Timur yang berada di peringkat kedua berkat total raihan medali 4 emas, dengan Medan Denai di tempat ketiga setelah mendapat 3 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Tembung juga meraih 3 medali emas, namun hanya 1 medali perak dan menduduki peringkat keempat.

Dalam pertandingan yang berlangsung Minggu (25/11 tersebut), medali emas Medan Selayang didapat melalui M. Hafiz di nomor kualifikasi dan Nor Standar Bow SMA Putra, kemudian Nurul Amirah di nomor Standar Bow SMA Putri, Aizah Azzara di nomor Nor Standar Bow SMA Putri, serta Shelssy Revioza di nomor kualifikasi Standar Bow SMP Putri.

Ketua Pengpcab Perpani Medan Fadilah Hutri Lubis didampingi Ketua Panpel Robby Cahyadi SPd mengatakan, terdapat peningkatan peserta di cabor panahan Porkot X dibanding tahun-tahun lalu, dan hal ini sebutnya, tentu sangat menggembirakan. Panahan Porkot X memperlombakan 19 nomor.

Sementara Ketua Umum KONI Medan yang menyaksikan langsung para atlet bertanding, berharap dari ajang Porkot X ini bisa lahir atlet-atlet potensial yang nantinya bisa diperisapkan menjadi cikal bakal atlet PON 2024.

“PON XXII tahun 2024 nanti berlangsung di Sumut dan Aceh. Sebagai tuan rumah PON, kita tentu tidak ingin hanya menjadi penonton, namun bisa ikut menyumbangkan medali. Berlatihlah lebih giat dari sekarang, karena kami ingin pada enam tahun nanti, adik-adik bisa menjadi bagian dari kontingen Sumut yang bertanding di PON,” harap Ketua Umum KONI Medan. (bambang-adp)