Simic ‘Mimpi Buruk’ PSMS

Penjaga gawang PSMS Medan Dhika Bayangkara (kiri) menangkap bola umpan pemain Persija Jakarta pada pertandingan Semi Final Leg-2 Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (12/2). Pada pertandingan tersebut Persija Jakarta menang dengan skor 1-0 dan berhasil lolos ke Final dengan keunggulan agregat (5-1). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/ama/18.

Medan – PSMS Medan kembali harus menelan pil pahit usai ditaklukkan Persija Jakarta 1-0, dalam leg II babak semifinal Turnamen Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Solo, Senin (12/2). Aktor kemenangan skuad Macam Kemayoran tidak lain adalah striker asing asal Krosia, dengan gol tunggalnya di menit 59. Simic memang dinilai menjadi ‘mimpi buruk’ bagi Legimin Rahardjo cs. Mengingat di Leg I mantan pemain

Melaka United SA ini mampu menciptakan tiga gol alias hattrick ke gawang PSMS yang saat itu dika­wal Abdul Rohim. Dengan hasil ini, PSMS harus me­ngu­bur mimpinya ke babak final Piala Presiden 2018 se­telah kalah agregat 5-1. Pasalnya, di Leg I, PSMS kalah telak 4-1.

Pelatih PSMS, Djajang Nurjaman, mengakui tim di babak pertama mampu menguasai jalannya pertandingan, tapi sayang tidak bisa menciptakan gol. Namun di babak kedua, tim lawan justru bermain menyerang dan mampu menciptakan gol.

“Namun sejauh ini saya tetap mengapresiasi perjuangan pemain yang sudah mampu berjuang hingga ke semifinal. Kami merupakan tim promosi dengan persiapan hanya dua hingga tiga minggu saja, tapi hasilnya cukup positif, dan ini bagi saya sebuah prestasi,” tegasnya.

“Kami juga tetap akan ada evaluasi, untuk persiapan menuju Liga 1 yang rencananya akan digelar awal Maret mendatang. Paling tidak akan melakukan beberapa ujicoba sebelum kompetisi sesungguhnya dimulai,” tegasnya.

Kapten PSMS, Legimin Rahardjo, mengakui jika timnya sudah berusaha dengan maksimal. “Kalau pertandingan kali ini seimbang, dan kawan-kawan punya peluang, hanya saja tidak bisa mengkonversi gol tersebut. Sementara lawan mampu memanfaatkan peluang yang ada untuk menciptakan gol,” tegasnya.

Sejak menit awal Persija langsung menciptakan sejumlah peluang. Namun Roni Fatahilah yang masuk starting menggantikan Reinaldo Lobo dengan sigap menghalau peluang-peluang yang diciptakan Rezaldi Hehanusa cs. Peluang pertama diciptakan Jaimie da Silva di menit 2, sayang tendangannya masih melenceng.

Sementara itu, PSMS yang berusaha mencari gol cepat demi lolos ke babak selanjutnya juga beberapa kali melakukan tusukan oleh Frets Butuan dan Sadney Urikhob. Namun sejumlah peluang tersebut masih gagal berbuah gol di tengah rapatnya barisan belakang lawan.

Kali ini skuad Macan Kemayoran kembali membuka peluang lewat Yan Pietr Nasadit menit 14, tapi tendangannya meleset. Beberapa menit kemudian, aksi Frets dengan tendangan jarak jauh, tapi ditangkap kiper.

Di sisi lain, Marko Šimic yang mencetak tiga gol di Leg I tidak dibiarkan berkembang pada laga ini, usai dikawal ketat Roni Fatahilah. Di akhir babak pertama PSMS menguasai jalannya pertandingan tapi skor tetap 0-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persija coba lebih ngotot, penetrasi dilancarkan oleh Ramdani Lestaluhu, tapi masih dijatuhkan Roni. Tendangan bebas diperoleh Persija menit 49, tapi sepakan Šimic masih belum membahayakan Dhika Bayangkara.

Akhirnya gol bagi Persija tercipta menit 59, lagi-lagi Marko Simic menjadi ‘Mimpi Buruk’ bagi PSMS dengan menciptakan gol. Berawal dari kerjasama Ramdani dan Riko, Simic dengan mudah meneruskan bola di kotak penalti.

Belum puas, Persija beberapa kali mengancam gawang PSMS melalui Bambang Pamungkas dan Nugroho Rocham. Namun PSMS mencoba memberikan tekanan di akhir-akhir babak kedua. Namun tidak ada gol tambahan yang terjadi, maka Persija dipastikan lolos ke final Piala Presiden 2018. (bambang nl/put)