Sangat Parah, Kabut Asap Selimuti Palembang! Sekolah Libur, Transportasi Terganggu

Kabut Asap yang menyelimuti Palembang. Ist

Palembang | Jurnal Asia
Kabut asap sisa kebakaran lahan menyelimuti Kota Palembang dan sekitarnya pagi ini. Ini merupakan kabut asap paling parah sepanjang 2019.

Akibat kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa sekolah kini harus diliburkan.

Dilansir jurnalasia.com lewat laman detik.com Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan sekolah diminta untuk meliburkan siswa karena kabut asap. Hal ini tertuang pada surat edaran mulai dari TK sampai SMP.

“Untuk hari ini seluruh sekolah mulai dari TK sampai SMP, baik negeri atau swasta sederajat semua diliburkan,” kata Zulinto kepada wartawan, Senin (14/10/2019)

Surat edaran itu, disebut Zulinto berlaku untuk hari ini. Sementara untuk hari-hari selanjutnya akan diinformasikan sesuai kondisi kabut asap terkini.

“Untuk libur selanjutnya akan kami beri informasi lagi melalui surat edaran ke pihak sekolah,” katanya.

Selain itu, kabut asap juga berdampak terhadap gangguan transportasi. AirNav Indonesia mengungkapkan beberapa penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang ditunda alias delay sejak dari pagi hari.

General Manager Airnav Indonesia Cabang Palembang, Ari Subandri mengatakan bahwa keterlambatan penerbangan dikarenakan kabut asap.

“Benar ada beberapa pesawat yang delay karena batasan jarak pandang,” ujarnya.

Ari mengaku hingga saat ini pihaknya masih mendata berapa jumlah penerbangan yang harus ditunda keberangkatannya akibat kabut asap.

“Untuk datanya masih kami rekapitulasi,” ujar dia.

Berdasarkan data yang diperoleh beberapa penerbangan yang mengalami keterlambatan antara lain rute Palembang-Pangkal Pinang, Palembang-Jakarta, Palembang-Lubuk Linggau, Palembang-Jakarta Halim Perdanakusuma, Palembang-Yogyakarta, dan Palembang-Batam.

Diketahui, kabut asap tebal menyelimuti Palembang sejak malam tadi. Kondisi ini semakin parah di pagi hari yang menyebabkan jarak pandang hanya berkisar 50-150 meter.

Tidak hanya itu saja, Jembatan Ampera sebagai icon Kota Pempek pun hilang ‘ditelan’ kabut asap. Jembatan Ampera sempat tidak terlihat dalam jarak tidak lebih dari 50 meter.(wo/detik)