Rapid Test di Sumut, Warga yang Pernah Kontak Dengan Pasien Positif Covid-19 Jadi Prioritas

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 memberikan informasi terkini tentang wabah Covid-19. Ist

Medan | Jurnal Asia
Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) menerangkan sebanyak 3600 set alat periksa cepat (rapid test) sudah tiba, Kamis (26/3/2020) kemarin.

Alat yang dapat mendeteksi seseorang terpapar virus corona ini nantinya akan diberikan kepada mereka yang diprioritaskan.

Baca Juga : Imbauan Plt Walikota Medan di Tengah Wabah Corona : Stok Pangan Aman Hingga Jaga Kesehatan

“Saat ini kita sudah menerima 3600 set alat periksa cepat di masyarakat sering disebut rapid tes,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 DR Aris Yudhariansyah.

Dia mengatakan pemerintah sudah membagi kategori kategori yang diprioritaskan untuk mendapatkan rapid tes.

“Prioritas yang pertama adalah mereka yang melakukan kontak dekat dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Aris.

Prioritas kedua, dikatakannya tenaga medis yang melakukan pelayanan penanganan virus corona. “Petugas front office juga menjadi prioritas kedua untuk dilakukan rapid tes. Selanjutnya kita juga sudah menerima VTM (Virus Transport Media) yang digunakan untuk pemeriksaan ICR pada masing masing penderita,” ujarnya.

Sementara, Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) pasien Covid-19 (Corona Virus) di Sumatera Utara (Sumut) terus meningkat signifikan.

Kamis (27/3/2020) hari ini pukul 17.00 WIB, jumlah pasien ODP tercatat 3080 orang. Angka ini naik sekitar 35,8 persen bila dibandingkan hari sebelumnya Rabu (26/3/2020) yang berjumlah 1976 orang.

Baca Juga : 83.500 Positif, AS Jadi Pusat Pandemi Virus Corona

Untuk pasien positif Covid-19 saat ini berjumlah 8 orang, dan pasien Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 71 orang mengalami kenaikan 22,5 persen, yang mana hari sebelumnya (Rabu) berjumlah 55 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 DR Aris Yudhariansyah mengatakan jumlah pasien ODP yang berjumlah 3080 paling banyak tersebar di Kabupaten Deliserdang.

“Menyusul Kota Medan (pasien ODP terbesar),” ujarnya.(wo)