PSI tak akan Lari dari Sanksi

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap menghadapi sanksi jika memang terbukti melakukan pelanggaran kampanye pemilu. Masa penyelidikan dugaan pelanggaran PSI oleh Bawaslu sudah habis waktunya pada Rabu (16/5).
“Akan kami jalankan dan kami tidak akan lari,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI, Raja Juli Antoni, ketika dihubungi wartawan, Selasa (15/5).
Kendati siap menerima sanksi, Raja menegaskan, iklan berupa polling yang dibuat PSI bukan merupakan bagian dari kampanye pemilu. Menurut Raja Juli, iklan itu adalah pendidikan politik untuk masyarakat.
“Iklan juga sudah atas persetujuan DPP PSI. Namun, semua tergantung (putusan) Bawaslu,” lanjutnya.
Raja juga mengonfirmasi penyebab ketidakhadiran Ketua Umum PSI, Grace Natalie, saat dipanggil Bawaslu. Menurut dia, Grace sedang berada di luar kota saat pemanggilan tersebut.
“Pemanggilan yang kami terima hanya satu kali,” tuturnya. (rep/rol)