Pembangunan Proyek PLTM Batang Toru-3 Ditargetkan Selesai 2 Tahun

Penandatanganan : Direktur PT Berkah Alam Lestari Energi, Iwan Sugiarjo (kiri-kanan) dan GM PT PLN UIW Sumut, Feby Joko Priharto melakukan penandatangan amandemen PJBL PLTM Batang Toru-3 Kapasitas 2×5 MW tentang Perubahan Skema Pembiayaan, Kamis (13/12). Netty

Medan | Jurnal Asia
PT Berkah Alam Lestari Energi menjamin dapat menyelesaikan proyek dari PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara (Sumut) yakni Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Batang Toru-3 Kapasitas 2×5 MW. Proyek di Kecamatan Pahaejulu, Kabupaten Tapanuli Utara ini diprediksi selesai sekitar 2 tahun.

GM PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut, Feby Joko Priharto mengatakan, hari ini pihaknya melakukan penandatangan amandemen Perjanjian Jual Beli (PJBL) PLTM Batang Toru-3 Kapasitas 2×5 MW tentang Perubahan Skema Pembiayaan dengan PT Berkah Alam Lestari Energi.

Dari perjanjian ini, katanya, diharapkan selanjutnya proyek tersebut dapat berjalan ke tahap konstruksi dan dalam dua tahun ke depan PLTM ini dapat beroperasi mendukung perkuatan sistem di Sumut.

“Kita patut berbangga karena ini adalah sumber energi baru terbarukan dan PLN berkomitmen untuk terus mengembangkannya. Tentunya bersama-sama dengan pihak swasta,” katanya usai penandatanganan kerjasama, Kamis (13/12).

Febby melanjutkan, energi baru terbarukan ini mendapatkan porsi yang cukup besar sekitar 25 persen dan ini didorong baik dari energi air, panas bumi, biomassa, biogas dan lainnya. Sehingga kelangsungan energi fosil dapat terus berulang dan digantikan dengan sumber energi yang lebih bersih.

“Kalau porsi saat ini dari komposisi daya yang tersedia sudah mencapai 24 persen karena sudah hadir PLTP Sarulla sebesar 330 MW disusul akan beroperasinya PLTP Sorik Marapi sebesar 20 MW,” tuturnya.

Ke depan, dengan masuknya potensi air yang ada di Sumut sebanyak 43 Power Purchase Agreement (PPA) atau jual beli listrik swasta yang sudah ditandatangani, sambungnya, diharapkan di 2023 nanti porsi 24 persen dapat tersalurkan. Sampai saat ini, dari 43 PPA yang beroperasi ada 7 PPA.

“Selama ini, kontrak-kontrak PPA terkendala dipendanaan. Kita berupaya menyikapi perubahan atau skema dari pendanaan sehingga ini menjadi jalan keluar untuk teman-teman pengembang dalam memanfaatkan skema baru,” tandasnya.

Sementara, Direktur PT Berkah Alam Lestari Energi, Iwan Sugiarjo mengungkapkan, pihaknya menjamin akan bangun proyek hingga selesai. Dan pihaknya akan bertanggung jawab.

“Proyek ini akan mulai dikerjakan pada awal tahun 2019. Kontraktor berjanji akan menyelesaikan selama dua tahun dan semoga tidak ada kendala di lapangan,” pungkasnya. (netty)