Pelindo I Kembangkan Kawasan Industri Kuala Tanjung

Jakarta | Jurnal Asia
PT Pelindo I (Persero) akan ikut mengembangkan kawasan industri di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menyusul PT Pertamina (Persero). Kebutuhan modal untuk mengembangkan proyek tersebut ditaksir mencapai Rp8 triliun hingga 2017.

Hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama PT Pelindo I, Bambang Eka Cahyana di Jakarta, Rabu (18/5). Menurut Bambang, tujuan dari pengembangan kawasan industri tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan minyak dan gas di Sumatra Utara. “Kebutuhan gas dan minyak di Sumatra Utara itu kan sangat besar, sedangkan sumber gas untuk di Sumatra Utara itu kan masih terbatas,” ujar Bambang.

Ia menuturkan proyek ka­­wasan industri Kuala Tanjung akan digarap seacra konsorsium. Pelindo I, katanya, akan me­­nguasai 51 persen sahamnya dan 49 persen sisanya dimiliki perusahaan BUMN lain. “Tapi nanti tergantung pemilik saham, kan pemilik saham punya kebijakan,” tegasnya.

Sejalan dengan rencana ter­­sebut, PT Pelindo I meng­alo­­kasikan belanja modal pada tahun ini sebesar Rp2,5 triliun. Sumber dananya dicadangkan dari kas internal sebesar Rp2,5 triliun dan sisanya Rp1 triliun diharapkan masuk dari hasil penerbitan empat seri obligasi.

Terkait penerbitan obligasi, Pelindo I sudah mulai melakukan penjajakan penawaran pada hari ini hingga 1 Juni 2016. Sedangkan masa penawaran umum baru akan dilakukan perseroan pada 14 – 16 Juni 2016.

Bambang Eka Cahyana mema­parkan, perseroan menjanjikan bunga kupon yang kompetitif kepada calon investor. Ia merinci, untuk obligasi seri memiliki tenor tiga tahun, dengan tingkat kupon yang ditawarkan berkisar 8,25 – 9 persen. Sementara untuk obligasi seri B akan jatuh tempo dalam lima tahun, dengan tingkat kupon 9-9,5 persen.

“Untuk seri C dengan kupon 9,2-10 persen tenor tujuh tahun, dan seri D dengan jangka waktu 10 tahun dan kupon 9,5-10,25 persen. Kami harapkan tenor tujuh tahun dan 10 tahun yang paling laris karena tenornya panjang,” jelasnya.

Menurutnya, perseroan akan menggunakan 54 persen dari seluruh dana yang diperoleh dari penawaran umum obligasi setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi untuk pengembangan infrastuktur fasilitas pelabuhan di beberapa cabang milik Perseroan. Kemudian, 42 persennya akan digunakan untuk pengadaan peralatan di beberapa cabang Perseroan.

“Lalu 0,3 persen untuk bina usaha Perseroan di Rumah Sakit Pelabuhan berupa pengadaan klinik dan penataan rumah sa­­kit, dan 3,7 persennya digu­na­kan untuk pengembangan infrastruktur teknologi informasi Perseroan di kantor pusat,” ujarnya.

Dalam rangka penerbitan obligasi ini, Pelindo I telah mem­­peroleh hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang dari PT Fitch Ratings Indonesia dan PT Pemeringkat Efek Indonesia di level AA(idn) atau idAA. Pelindo I telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pe­laksana emisi obli­gasi.
(tc)