Musim Pilkada Berlangsung | DMI: Jangan Bawa Politik ke Masjid

Jakarta – Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin meminta masjid tidak digunakan untuk kegiatan politik. Syafruddin mengatakan DMI harusnya menjadi fasilitator masalah yang ada di masjid.

“Ya janganlah, politik jangan dibawa ke masjid,” kata Syafruddin dalam acara forum kewirausahaan pemuda Islam di Perpustakaan Nasional, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (15/4).

Syafruddin enggan mengomentari pihak-pihak tertentu yang melakukan mobilisasi massa di masjid. Dia hanya berkomentar fungsi DMI adalah fasilitator warga dalam menggunakan masjid.

“Pokoknya ya Dewan Masjid jadi fasilitator. Kita nggak boleh ngatur-atur masjid,” kata pria yang menjabat sebagai Wakapolri ini.

Penggunaan tempat ibadah untuk ke­giatan kampanye dilarang keras. Hal tersebut ter­maktub dalam pasal 68 ayat (1) poin j PKPU Nomor 4/2017 tentang kampanye Pilgub, Pilbup, dan Pilwalkot yang berbunyi:

Pasal 68: (1) Dalam kampanye dilarang: j. menggunakan tempat ibadah dan tempat pendidikan.

Kembangkan Perekonomian

Selain itu, Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Syafruddin mendukung pemberdayaan ekonomi di masjid. Syafruddin mengatakan masjid harus digunakan tidak hanya untuk memberdayakan masyarakat.

“Tonggak sejarah bangkitnya ekonomi Islam dari masjid. Kami atas nama pimpinnan pusat DMI, kami menyampaikan apresiasi acara ini. Ini melambangkan generasi muda Islam yang berikhtiar nyata membangun pilar, dan mendukung pembangunan negara,” kata Sayfruddin

Wakapolri ini juga mendukung agar pemuda Islam banyak menggunakan masjid untuk kegiatan yang bermanfaat. Menurutnya, peran pemuda penting untuk memberdayakan masjid.

“Diharapkan selalu masjid bangkit untuk pusat pemberdayaan ekonomi. Yang akan akan menjadikan masjid sebagai pusat untuk sebagai daya saing masyarakat,” jelasnya.

Syafruddin menuturkan kegiatan pemberdayaan ekonomi sangat penting untuk menarik pemuda ke masjid. Dia mengatakan pemuda Islam bisa ditarik ke masjid dengan kegiatan-kegiatan yang menarik.

“Generasi muda perlu diberi intensif sosial dan ekonimi. Sehingga bisa dekat dengan masjid,” jelasnya. (dtc/put)