Kiai Banten Cawapres Jokowi

Capres petahana Joko Widodo (tengah) bergandengan tangan dengan sembilan ketua umum partai pengusung seusai mengumumkan calon wakil presiden pendampingnya dalam Pilpres 2019, di Jakarta, Kamis (9/8). Joko Widodo mengumumkan KH Maruf Amin sebagai calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye/18

Ma’ruf Amien Dinilai Nasionalis dan Religius

Jakarta | Jurnal Asia

Joko Widodo (Jokowi) akhirnya me­ngumumkan Ma’ruf Amien sebagai pen­­dampingnya di Pilpres 2019 nanti. Usai men­deklarasikan diri di restoran Plataran Menteng, Jokowi menyampaikan akan mendaftarkan diri ke KPU pada hari ini, Jumat (10/9) pukul 09.00 WIB.

Jokowi dan Ma’ruf rencananya akan ber­angkat dari Gedung Joang 45 menuju ke KPU. Mereka juga akan didampingi oleh para ketum parpol koalisi pendukungnya.

“Jam 9 pagi kami akan mendaftarkan ke KPU berangkat dari Gedung Joang 45 menuju ke KPU beserta para Ketum Sekjen dan seluruh relawan,” ujar Jokowi di Restoran Plataran Menteng, Jakarta, Kamis (9/8).

Menurut Jokowi, sosok Ma’ruf Amien akan melengkapi dirinya nanti. Ma’ruf Amien dinilainya sebagai sosok yang nasionalis dan religius. “Kami ini saling melengkapi, nasionalis, religius,” tambahnya.

Dengan menggandeng Ketua Umum MUI ini, Jokowi berharap dapat meningkatkan elektabilitasnya. “Targetnya seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote,” tutupnya.

Ma’ruf diketahui saat ini menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia. Pria kelahiran Tangerang, 11 Maret 1943 ini pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang.

Sebelum menjadi Ketua Umum, Ma’ruf pernah menjadi Ketua Komisi Fatwa yang bertanggung jawab soal penerbitan fatwa MUI. Dia dipandang sebagai ulama yang disegani karena menduduki beberapa posisi penting di Nahdlatul Ulama, organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia.

Ma’ruf juga memiliki keahlian dalam bidang ekonomi syariah. Dia mengemban berbagai jabatan dalam dewan pengawas syariah di sejumlah bank dan asuransi syariah.

Ma’ruf merupakan cicit dari Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani, ulama besar asal Banten yang pernah menjadi Imam Masjidil haram.

Dalam catatan Wikipedia, Syekh Nawawi adalah ulama yang hidup tahun 1730 hingga 1813. Para ulama Indonesia menyebut Syekh Nawawi sebagai Bapak Kitab Kuning Indonesia. Ratusan buku pernah dia tulis semasa hidup.

Selain orang nomor satu di MUI, Ma’ruf juga menduduki jabatan tertinggi di Nahdlatul Ulama, organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia. Jabatannya adalah Rais Am atau Ketua Umum dalam arti sebenarnya.

Ma’ruf punya rekam jejak cukup panjang di dunia politik. Dia mengawali dengan menjadi anggota DPRD DKI dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia kemudian bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bersama PKB Ma’ruf menjadi anggota DPR dan MPR. Sementara di PKB, ia pernah menjadi Ketua Dewan Syuro partai yang didirikan Abdurrahman Wahid itu.

Dalam pemerintahan sebelumnya, Ma’ruf dipercaya menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak tahun 2007 hingga 2014. (dtc/bs)