Kantor Kemendagri Diserang Massa

Jakarta – Kantor Kementerian Dalam Negeri (kemendagri) diserang sekelompok orang yang mengatasnamakan pendukung calon Bupati Tolikara John Tabo dan Barnabas Weya. Sejumlah pot bunga sampai kaca beberapa area kantor Kemendagri pecah dan rusak. Bahkan, beberapa mobil juga rusak.

“Mengenai kerusuhan ada empat mobil, kemudian satu bus rusak, kacanya berantakan. Beberapa kaca jendela juga pecah. Kemudian pot bunga pecah semua. Dan ada satu kamera media dirusak,” ucap Dirjen Otda Sumarsono di kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/10).

Dia menuturkan, aksi tersebut dimulai dari pukul 15.00 WIB. Kemudian karena ingin diberikan penjelasan yang baik, mereka menuntut diundang ke dalam. Namun, merasa tak terima, massa marah.

Massa diperkirakan berjumlah tak lebih dari 15 orang. Meski demikian, aksinya mampu memporak-porandakan pengamanan dalam Kemendagri.

Namun rupanya pegawai negeri sipil (PNS) Kemendagri tidak menerima aksi tersebut. Mereka kemudian balas menyerang. Aksi saling serang pun tak dapat dihindarkan. Saling lempar dan pukul terus mewarnai hingga ke jalanan.

Hal senada disampaikan Dirjen Pol­pum Kemendagri Soedarmo. Dia me­nyampaikan, apa yang dilakukan pihak Ke­men­dagri adalah menyelesaikan secara persuasif.

“Mereka meminta yang tidak masuk akal. Dirjen Otda bisa memberikan pen­jelasan, tapi mereka tidak mau,” ucap Soedarmo.

Sesalkan Kejadian
Terkait hal ini, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyesalkan penyerangan tersebut. “Disayangkan mereka merusak Kemendagri,” kata Tjahjo.

Tjahjo mengatakan, penyerangan tersebut terkait dengan hasil Pilkada Tolikara, Papua. Massa meminta Mendagri untuk membatalkan keputusan penetapan pemenang pilkada tersebut.

“Mereka minta Mendagri membatalkan pemenang, dan ini tidak mungkin,” katanya.

Terkait kejadian ini, Mendagri meminta pihak kepolisian melakukan penjagaan dan pengawasan ketat di sekitar kantor Kemendagri. Terlebih kantor Kemendagri tak jauh jaraknya dengan Istana Kepresidenan.

“Saya minta bantuan Polres Jakarta Pusat, kalau masih nekat. Karena Kemendagri ring satu Istana, harus diamankan. Diperkuat paspampres, Satpol PP, malam hari jaga pagar kantor tanpa senjata,” katanya.

Tjahjo juga meminta jajaran Kemendagri tidak terpancing dengan penyerangan ini. “Saya minta jajaran Kemendagri jangan terpancing kekerasan. Mereka (penyerang-red) massa yang diperintah,” kata Tjahjo. (dtc)