Harga Gas Hambat Investasi di Sei Mangkei

Medan | Jurnal Asia
Investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei kini terkendala harga gas yang mahal. Kepala Bagian Pengelolaan In­for­masi Sekretaris Dewan Na­­sional KEK Kementerian Koordinator Perekonomian Bambang Wija­­narko mengungkapkan, saat ini sudah terkoneksi pipa gas dari Arun – Belawan – Sei Mangkei.

Dia mengungkapkan, gas belum dipasok karena PT Uni­­lever Oleochemical Indonesia (UIO) meminta agar harga gas diturunkan dari saat ini US$13 per MMBTU. “UOI berharap bisa kurang dari US$10 per MMBTU,” ungkapnya, Kamis (9/6).

Gubernur Sumatra Utara Teng­ku Erry Nuradi, sebelumnya, menuturkan sangat tak masuk akal industri di Sumut bisa ber­­saing dengan provinsi bahkan negara lain jika masih mengalami permasalahan energi, khususnya harga gas.

Erry menuturkan, saat ini harga gas untuk industri di Sumut termahal se-Indonesia yakni US$12,22 per MMBTU.Jika dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand, harga gas industri di sana berkisar US$6-7 per MMBTU. Sementara itu, di Jawa, harganya berkisar US$8-9 per MMBTU.

“Ini harus menjadi perhatian kalau mau bicara daya saing. Percuma saja pemerintah men­dorong investasi seperti KEK dan KSN apabila kami masih ber­masalah dengan energi. Harapan kami harganya satu digit,” ujar Erry. (mtv)