Elektabilitas Joko Widodo di Sumut Tertinggi

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) bersiap meninggalkan kediamannya jelang pengumuman capres dan cawapres di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (9/8). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/18.

Koalisi Prabowo Tunggu Keputusan PKS

akarta | Jurnal Asia
PolMark Indonesia mengadakan survei elektabilitas bakal kandidat calon presiden 2019. Berdasarkan hasil survei elektabilitas Jokowi masih mengungguli Prabowo.

“Laporan ini merupakan hasil olahan data dari 71 survei polmark research center – polmark Indonesia di tingkat Provinsi, kabupaten dan kota dalam waktu 15 Januari 2016 sampai 11 Juni 2018,” ujar CEO Polmark Eep Saefullah Fatah.

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan rilis survei di Sofyan Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8). Survei ini diambil dari jumlah responden tingkat provinsi 1.200 orang dengan margin of error 2.9 persen, sedangkan pada tingkat kabupaten kota sebanyak 880 orang (margin of error 3.4 persen) dan 440 orang (margin of error 4.8 persen).

Eep mengatakan survei ini diambil di 2 wilayah pemilihan. Wilayah tersebut yaitu Jawa dan Sumatera.
“Lebih dari 60 persen pemilih ada di Jawa dan di atas 20 persen di Sumatera dan sisanya terdapat di wilayah lainnya itulah mengapa wilayah ini penting,” kata Eep.

Berdasarkan hasil survei elek­tabilitas Jokowi tertinggi di provinsi Jawa terdapat pada Provinsi Jawa tengah dengan persentase 60.9 persen. Sedangkan elektabilitas terendah Jokowi terdapat pada Provinsi Banten dengan persentase 16.7 persen.

Ditingkat kabupaten/kota elek­­tabilitas tertinggi Jokowi terdapat di Bojonegoro 54.9 persen, sedangkan terendahnya terdapat di Kota Tasikmalaya 11.8 persen.

Sedangkan untuk elektabilitas Prabowo pada Provinsi Jawa, tertinggi terdapat di Jawa Barat 32.9 persen, dan terendah terdapat di Jawa Tengah 6.6 persen. Pada tingkat Kabupaten/kota tertinggi Prabowo terdapat di Kota Tasikmalaya sebesar 48.4 persen dan terendah terdapat di kota Tegal 8.0 persen.

Pada Wilayah Sumatera elektabilitas Jokowi tertinggi terdapat pada Provinisi Sumatera Utara 49.9 persen dan pada tingkat kabupaten/kota terdapat pada Kabupaten Pringsewu sebesar 57.7 persen. Elektabilitas Prabowo di wilayah Sumatera tertinggi terdapat pada provinsi Riau dengan persentase 33.6 persen, Kabupaten/kota terdapat di Kota Lubuklinggau 42.9 persen.
Tunggu PKS

Sementara, meski pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tinggal hitungan jam, Prabowo Subianto belum memutuskan pendampingnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sementara pesaingnya, Joko Widodo, sudah menunjuk Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin, sebagai cawapresnya.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan, koalisi Prabowo masih menunggu keputusan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Selain PKS, Partai Gerindra juga masih menunggu sikap dari Partai Demokrat terkait kepastian koalisi dan cawapres.

Menurutnya, PKS akan menyam­­paikan pengumuman hasil dari sidang majelis syuro malam ini. Ia berharap malam ini koalisi Prabowo bisa men­da­patkan kejelasan dan kepastian capres.

“Kalau saya lihat suasana Prabowo senyum banyak, semringah banyak gembira, itu menandakan kepastian,” ujar Muzani menjelaskan di kediaman Prabowo di Jakarta, Kamis (9/8).

Muzani berharap, koalisi pe­ngusung Prabowo Subianto tidak ha­nya beranggotakan tiga partai politik, tetapi empat partai. Apalagi, kata Muzani, masih ada waktu sampai Jumat (10/7) besok pagi untuk memutuskan siapa yang akan bergabung.

Karena itu, ia mengatakan, ada tenggat atau batasan waktu untuk memberikan kepastian. “Kami harus menjaga kebersamaan, kita harus menjaga persaudaraan yang sudah dijalin sebagai sebuah kesepakatan, tentu saja ada deadline. Kalau nanti pada waktunya tidak tentu, kita akan mengambil keputusan,” kata Muzani.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, mengatakan, Prabowo Subianto mengumumkan calon wakil presiden (cawapres) yang menjadi pasangannya pada kontestasi Pemilu Presiden 2019, di Jakarta, Kamis (9/8) malam. “Insya Allah, Pak Prabowo akan me­ngumumkan nama cawapres dan men­deklarasikan pasangan capres-cawapres nanti malam. Nama cawa­­pres, sudah satu nama,” kata dia di gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis.

Nama cawapres yang akan diumumkan Prabowo kemungkinan besar adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. Sejak Kamis pagi, namanya disebut-sebut hanya tinggal satu nama.

Ahmad Riza Patria menjelaskan, dipilihnya nama Sandiaga Uno adalah jalan tengah untuk mengakomodasi partai-partai politik mitra koalisi Partai Gerindra. “Setiap partai politik mitra koalisi mengusulkan kadernya. Kalau Pak Prabowo memilih pasangan dari salah satu parpol, maka parpol lainnya kurang nyaman,” katanya.
(dtc/cnn/put)