Bawa Misi Perdamaian | Pasutri Indonesia Bersepeda Keliling 11 Negara

Jakarta – Pasangan suami istri (pasutri) Hakam Mabruri (34) dan Rufingatul Islamiah (34) asal Malang, Jawa Timur akan mengelilingi hampir 11 negara dengan sepeda tendem untuk membawa misi perdamaian.

Pasutri yang saat ini tengah menyiapkan berbagai dokumentasi, perizinan, persiapan fisik dan perlengkapan lainnya ini bertemu Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di kantornya, Jakarta, Rabu (11/1).

Hakam mengatakan, pertemuannya dengan Mensos berharap ada dukungan untuk membangun jejaring terhadap niat yang akan dilakukannya bersama sang istri. Ditargetkan perjalanan ke 11 negara akan ditempuh selama 8 bulan.

“Ide perjalanan ini memang menjadi cita-cita saya sejak kecil yakni ingin berkeliling dunia. Tapi niat untuk berkeliling dunia dengan sepeda baru muncul beberapa bulan lalu,” katanya usai bertemu Mensos.

Hakam menambahkan, dalam perjalanan misi bersepedanya dengan sang istri ingin bertemu dengan tokoh-tokoh agama di negara-negara yang ia singgahi.

“Kami ingin dunia tahu, bahwa Indonesia benar-benar menjunjung toleransi dan Bhineka Tunggal Ika,” ucapnya.

Sebelas negara yang akan ia kunjungi antara lain dimulai dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Nepal, India, Oman, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordan, Palestina dan Mesir.

Sedangkan rute Indonesia akan dimulai dari Jakarta, Bangka, Palembang, Jambi, Pekanbaru lalu menuju Malaysia, Thailand, Bangkok, lalu terbang ke Nepal, India lalu naik kapal laut ke Oman dan lokasi lainnya ditempuh dengan rute darat.

Pemilihan sepeda pun lanjut Hakam memiliki filosofi. Baginya sepeda ibarat simbol kehidupan. Saat menanjak misalnya perlu usaha dan kesabaran. Sepeda tendem yang dikayuhnya bersama sang istri pun menjadi simbol persatuan dan kebersamaan.

Untuk perjalanan misinya ini bukan tanpa kendala, ia mengaku butuh anggaran hingga Rp 90 juta, saat ini baru terkumpul 30 persennya. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi niat luar biasa pasutri asal Malang ini. Apalagi misi yang akan mereka bawa adalah misi perdamaian dan kerukunan antar umat.

“Saya minta disiapkan segala sesuatunya karena akan menempuh perjalanan panjang. Mereka juga berharap bertemu dengan tokoh-tokoh sentral untuk menyampaikan referensi ikhtiar perdamaian di berbagai negara,” papar Mensos.

Mensos pun berharap upaya pasutri ini bisa mengetuk hati pemimpin dunia, bahwa Indonesia ingin menyerukan kerukunan antar umat dan menghentikan kekerasan serta peperangan.

“Mereka akan ketemu tokoh formal dan informal. Supaya misi bisa sampai dan tujuan bisa tercapai, mereka perlu mendapat surat juga dari Kementerian Luar Negeri,” ucapnya.

Sementara itu di Kementerian Sosial, saat ini punya program keserasian sosial bagian dari Direktorat Bencana Sosial Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial. (bs)