Baku Tembak, 1 Teroris Tewas Densus 88 Ledakkan Puluhan Bom di Dua Lokasi

Kabag Pensat Ropenmas Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Yusri Yunus menunjukkan barang bukti bom yang digunakan oleh Para Terduga Teroris saat jumpa pers mengenai kasus teror Bom Surabaya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/5). Mabes Polri melalui Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengatakan Pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 13 orang anggota Jamaah Asharut Tauhid (JAD) Surabaya pasca aksi teror yang terjadi di Surabaya. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/18.

Surabaya | Jurnal Asia
Tim Densus 88 dan Gegana meledakkan puluhan bom milik terduga teroris pelaku pengeboman Polrestabes Kota Surabaya pada Senin (14/5) di dua lokasi berbeda di kawasan Kecamatan Rungkut, Surabaya, Selasa (15/5).
“Suara ledakan begitu keras dari radius 400 meter,” kata Deni, salah seorang saksi yang melihat langsung peledakan bom oleh Densus 88 di lahan kosong milik Pemkot Surabaya di Medokan Sawah Timur, Rungkut, Surabaya.
Informasi yang dihimpun Antara di lokasi kejadian, Densus 88 berhasil menemukan puluhan bom yang diduga jenis pipa di rumah kontrakan milik terduga teroris Tri Murtiono yang tewas saat meledakkan bom di markas Polrestabes Surabaya.
Oleh Densus 88, bom tersebut kemudian diledakkan di dua lokasi yang berbeda yakni di rumah terduga teroris di Tambak Medokan Ayu Gang 6 Nomor 2 A, Rungkut dan di lahan kosong milik Pemkot Surabaya yang biasa digunakan latihan militer Kodim 0831 Surabaya di Medokan Sawah Timur, Rungkut.
Sedikitnya tiga bom diledakkan di rumah terduga teroris di jalan Tambak Medokan Ayu dan puluhan bom yang diledakkan di lahan milik Pemkot Surabaya di Medokan Sawah.
“Tadi baru satu kali, nanti ada lagi yang diledakkan,” kata salah seorang anggota kepolisian Densus 88 yang enggan disebut namanya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan sebelumnya mengatakan pihaknya meminta waktu terlebih dahulu untuk mempersiapkan segala sesuatunya terkait pemusnahan bom tersebut.
“Kita coba memusnahkan dulu,” katanya.
Diketahui, Tri Murtiono (bapak), Tri Ernawati (ibu), MDAM (anak pertama), MDSM (anak kedua) dan AAP (anak ketiga) secara bersamaan meledakkan bom bunuh diri di depan pintu masuk kantor Polrestabes Surabaya pada Senin (14/5).
Dari kejadian tersebut, bapak, ibu dan dua anaknya meninggal dunia, sementara satu anaknya AAP berhasil diselamatkan petugas kepolisian.
Baku Tembak
Sementara itu, perburuan teroris di Surabaya, terus berlanjut. Baku tembak terjadi di sekitar Jalan Sikatan 3, Manukan Wetan Gang IV, Tandes, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa petang, 15 Mei 2018. Satu terduga teroris yang belum dikenali identitasnya itu tewas dalam aksi baku tembak dengan aparat Densus 88.
Aksi baku tembak tejadi pukul 17.15 WIB, saat dilakukan penyergapan para terduga teroris yang belum diketahui jumlah pastinya. Kira-kira 30 menit, situasi bisa dikendalikan. Baku tembak itu sempat membuat warga panik.
Terdengar berulang kali letusan senjata dari ujung gang sempit kawasan padat penduduk itu. “Ada bunyi ledakan juga,” ujar Herlambang, seorang warga setempat yang mendengar letusan tembakan dari dalam rumahnya.
Hingga pukul 18.30 WIB, lokasi masih dipenuhi warga yang dilarang mendekat oleh polisi. Mobil ambulans tiba di lokasi dan membawa terduga teroris ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diidentifikasi. Ada satu mobil lagi yang diduga membawa teroris yang ditangkap.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera mengatakan, baku tembak terjadi karena para terduga teroris itu melawan. Dia juga belum mengetahui identitas si terduga teroris, tetapi usianya diperkirakan 39-41 tahun.
Belum diketahui juga berapa jumlah terduga teroris yang terlibat dalam baku tembak ini. “Nanti, kita informasikan lagi. Yang pasti, kita melakukan upaya tegas jika melakukan perlawanan, membahayakan anggota dan masyarakat,” ujar Barung. (dtc/bs/put)