94 Ribu Personel Kawal Operasi Lilin 2018

Personel Brimob melakukan pengamanan saat berlangsung Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/12). Pengamanan yang merupakan bagian dari Operasi Lilin 2017 itu guna memberikan kenyamanan kepada masyarakat saat Natal 2017 dan tahun baru 2018. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/kye/17.

Jakarta | Jurnal Asia

Sebanyak 94.946 personel Polri akan dikerahkan untuk Operasi Lilin 2018. Ada 13 wilayah yang masuk prioritas pengamanan.

“Salah satu pointer Pak Kapolri dalam rangka Operasi Lilin ini, Polri mengerahkan 94.946 personel.

Kami memiliki 13 polda prioritas, ini kami anggap potensi kerawanan cukup tinggi dalam berbagai aspek kejahatan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan hasil rapat analisis dan evaluasi (aneh) Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/11).

Kejahatan yang dimaksud, lanjut Dedi, adalah kejahatan konvensional dan transnasional. Dalam kategori kejahatan transnasional, penyelundupan narkoba dan terorisme menjadi perhatian pengamanan.

“Khusus narkoba, kami memperkuat pintu masuk dan keluar orang maupun barang dari luar negeri, termasuk memperkuat keberadaan anggota Polri dan TNI untuk melakukan pemantauan di wilayah perbatasan, baik perbatasan laut maupun darat,” jelas Dedi.

“Untuk darat, khususnya di wilayah Kalimantan itu Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur ini merupakan daerah yang kami anggap merah terhadap penyelundupan narkoba,” lanjut Dedi.
Sementara itu, untuk wilayah rawan masuknya narkoba via jalur laut antara lain Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau. “Kenapa wilayah laut? Karena garis pantai tidak semua bisa dipantau, sangat panjang dari mulai Sabang sampai ke bawah.”

Dedi menegaskan pengamanan di pelabuhan akan dipertebal untuk mengantisipasi masuknya narkoba.

“Baik pelabuhan resmi maupun ‘pelabuhan tikus’, kita pantau,” kata Dedi.(oz/put)