Waspada Tiga Hari Kedepan Cuaca Buruk Hantui Kota Medan

Prajurit TNI menggendong seorang siswa SMP yang keluar dari angkutan kota yang mogok akibat banjir saat berangkat pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru, di Jalan dr Mansyur, Medan, Sumatra Utara, Senin (9/7). Sejumlah siswa di Kota Medan terlambat pada hari pertama masuk sekolah karena terdampak banjir. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/kye/18.


Medan | Jurnal Asia

Cuaca buruk menghantui Kota Medan selama tiga hari kedepan. Sebelumnya, Kota Medan telah dilanda badai sejak kemarin malam, mengakibatkan sejumlah lokasi ruas jalan dilanda banjir, serta pohon tumbang me­nimpa kenderaan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geo­fisika (BMKG) Wilayah I Medan, Senin (9/7), meng­­analisis cuaca buruk yang mengancam ke­se­lamatan warga di Medan. Diperkirakan cuaca buruk akan berlangsung hingga 3 hari berikut.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Syahnan menyampaikan adapun faktor penyebab cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang ini dipengaruhi kondisi peralihan dari musim hujan ke musim panas. Selain itu, adanya gangguan belokan angin di pantai timur Sumut dan adanya pusat tekanan di Laut China Selatan yang memicu timbulnya awan hujan. “Prediksi (cuaca buruk) terjadi hingga tiga hari ke depan, khususnya di sore dan malam hari,” jelasnya, Senin (9/7).

Atas kondisi ini, masyarakat kota Medan agar waspada dan berhati-hati dengan kemungkinan pohon tumbang yang dise­babkan oleh angin kencang.

“Bagi masyarakat yang bermukim di aliran sungai agar mewaspadi potensi banjir, dan masyarakat di pegunungan longsor dan perkotaan angin kencang,” imbaunya.

Pantauan wartawan di sejumlah ruas jalan seperti di Jalan Gatot Subroto, Jalan Dr Mansyur, Jalan Ayahanda, Jalan Darussalam, Jalan Kapten Muslim, Jalan Danau Singkarak, terendam air dengan ketinggian bervariasi mulai dari semata kaki hingga selutut orang dewasa.

Bukan hanya kemacetan yang timbul akibat banjir ini, sejumlah kendaraan roda dua juga terlihat didorong oleh pengemudinya lantaran mesinnya mogok. “Muter-muter saya mau pulang dari Jalan Gatot Subroto ke Jalan Gaperta mengelakan macet ada banjir, disana-sini kereta mogok,” kesal Haris (32) salah seorang warga Medan, Senin siang.

Bukan itu saja, parahnya badai angin puting beliung juga menerjang pemukiman warga di Medan, hingga pagi ini dilaporkan terdapat 63 unit rumah warga yang rusak diterjang angin puting beliung.

Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Medan M Yunus mengatakan adapun puluhan rumah yang rusak terdapat di 4 Kecamatan di Medan diantaranya di Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Johor.

“Presentase kerusakan mulai dari 5 persen hingga 90 persen, kerusakan di bagian atap dan tembok rumah warga,” katanya, Senin (9/7) pagi.

Ia merincikan di Kecamatan Medan Marelan terdapat 27 unit rumah rusak di Kelurahan Tanah 600, 13 unit rumah rusak di Kelurahan Rengas Pulau. Sedangkan di Kecamatan Medan Labuhan, 6 unit rumah rusak di Kelurahan Besar, di Kecamatan Medan Deli 15 unit rumah rusak di Kelurahan Titi Papan, dan Kecamatan
Medan Johor 2 unit rumah rusak di Kelurahan Gedung Johor. “Kita masih melakukan pendataan, kemungkinan jumlah korban yang rumahnya rusak bisa bertambah,” tandasnya.

-Walikota Perintah OPD Siaga
Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menginstruksikan kepada organisasi perangkat daerah (PD) terkait di lingkungan Pemko Medan untuk siaga dan langsung action di lapangan menyikapi cuaca ekstrim yang menerpa Kota Medan, dalam beberapa hari belakangan ini. Selain intensitas curah hujan sangat tinggi sehingga merendam sejumlah kawasan, cuaca ekstrim juga disertai dengan angin kencang yang berubah menjadi puting beliung. Tidak hanya menumbangkan pohon, angin kencang merusak sejumlah rumah.

Apalagi Wali Kota memprediksi cuaca ekstrim akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Cuaca esktrim yang paling parah terjadi mulai Minggu (8/7). Hujan deras terjadi dua kali mulai sejak petang dan malam hari. Kondisi itu menyebabkan sejumlah kawasan di Kota Medan terendam air.

Di samping menyebabkan kemacetan arus lalu lintas yang cukup parah karena kenderaan bermotor tidak dapat melewati genangan air yang karena cukup tinggi, cuaca ekstrim juga disertai dengan angin kencang. Sejumlah pohon tumbang sehingga memperparah kemacetan yang terjadi, serta beberapa rumah warga pun mengalami kerusakan.

Untuk Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Wali Kota minta agar mengerahkan para seluruh pekerja dan peralatan yang dimiliki guna mengatasi genangan air yang terjadi. “Kawasan yang selama ini rentan terendam air harus menjadi prioritas utama penanganan. Berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan setempat untuk mencari akar masalah penyebab terjadinya genangan air dan segera diatasi,” kata Wali kota.

Di samping itu tambah Wali Kota, Dinas PU harus terus melakukan normalisasi drainase, terutama drainase-drainase yang selama ini belum ‘tersentuh’. Kemudian memeriksa lubang-lubang inlet yang yang berada di pinggiran jalan untuk memastikan agar tidak tersumbat. Dengan demikian air yang menggenangi jalan tidak terhalang mengalir masuk ke dalam parit. “Saya minta Kadis PU untuk mensiagakan petugas dan peralatan 24 jam penuh, begitu diperlukan langsung diturunkan!” tegasnya.

Selain Dinas PU, Wali Kota pun mengingatkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk mensiagakan petugasnya mengantisipasi kemungkinan pohon tumbang yang disebabkan angin kencang. “Begitu mendapat laporan dari masyarakat ada pohon tumbang, langsung turun ke lokasi. Atasi secepat mungkin agar tidak menyebabkan terjadinya kemacetan,” pesannya.

Yang lebih penting lagi tambah Wali Kota, Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga terus melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon penghijauan yang ada di pinggir jalan, terutama pohon-pohon yang sudah tua dan rapuh guna mencegah agar tidak tumbang maupun patah ketika angin kencang terjadi.

Kepada Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD), Wali Kota juga minta siaga 24 jam. Begitu terjadi musibah seperti banjir, pohon tumbang maupun angin puting beliung Wali Kota minta BPBD langsung turun untuk memberikan bantuan. “Siagakan petugas dan peralatan sehingga cepat melakukan evakuasi terhadap warga yang terkena musibah guna mencegah jauhnya korban!” tegasnya.

Kemudian melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang rusak akibat terpaan air maupun angin kencang seraya berkoordinasi dengan pihak kecamatan maupun kelurahan. “Pemko Medan akan berupaya memberikan bantuan untuk meringankan warga yang terkena musibah tersebut,” ungkapnya.

Selanjutnya para camat dan lurah, terutama yang wilayah kerjanya dilintasi sungai, Wali Kota menegaskan agar siaga penuh. Selama cuaca ekstrim berlangsung, Wali Kota tidak mengizinkan ada camat maupun lurah ke luar kota. “Saya minta camat dan lurah fokus untuk membantu warga. Saya tidak mau dengar ada camat maupun lurah yang tidak tanggap ketika warganya diterpa musibah baik itu banjir ataupun angin putin beliung,” tegasnya.

Begitu kawasannya terkena musibah, Wali Kota minta camat dan lurah langsung berkoordinasi dengan OPD terkait. Selain memberikan bantuan, juga membantu membuat dapur umum maupun posko kesehatan sehingga masyarakat yang ditimpa musibah benar-benar terlayani dengan baik.

Tak lupa Wali Kota atas nama pribadi dan seluruh jajaran Pemko Medan menyampaikan permintaan maafnya atas musibah luapan air yang menggenangi rumah warga maupun jalan sehingga sangat mengganggu kelancaran aktifitas warga, termasuk terjadinya musibah angin puting beliung.

“Minta maaf atas musibah yang terjadi. Saya beserta seluruh OPD terkait akan terus bekerja keras untuk memberikan yang terbaik bagi warga Kota Medan, terutama menyangkut banjir yang terjadi akibat meluapnya sejumlah sungai yang melintasi Kota Medan. Kita telah berkoordinasi dan menyurati Balai Wilayah Sungai maupun pemerintah pusat agar segera melakukan normalisasi. Selain penyempitan, sungai yang melintasi Kota Medan umumnya telah mengalami pendangkalan yang cukup parah,” paparnya.

Terakhir, Wali Kota menghimbau kepada warga Kota Medan agar tidak keluar rumah jika tidak penting pada saat hujan deras dan angin kencang menerpa. Jika pun berada di luar rumah, Wali Kota berpesan agar mencari tempat berteduh sekaligus berlindung yang benar-benar aman dari pohon-pohon besar. Termasuk, tidak memarkirkan kenderaan bermotor di bawah pohon penghijauan di pinggir jalan. (bowo/put)